Bea Masuk Komponen Mobil Listrik Dipangkas, Begini Reaksi APM
Reporter: Tempo.co
Editor: Eko Ari Wibowo
Jumat, 1 September 2017 16:36 WIB
Mobil listrik S P100D yang dipamerkan dalam acara Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2017 di Jeixpo, Kemayoran, Jakarta, 28 April 2017. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah agen pemegang merek (APM) menyambut baik rencana pemerintah yang akan memberikan insentif untuk perusahaan manufaktur otomotif nasional yang memproduksi mobil listrik.

Pemerintah memang terlihat agresif dalam program mobil listrik. Sejumlah langkah telah disiapkan, antara lain dengan memberikan insentif bea masuk komponen bagi produsen mobil listrik lokal sebesar 5 persen.

Saat ini, bea masuk untuk kendaraan yang didatangkan dari negara Most Favored Nation (MFN) mencapai 50 persen. Insentif itu hanya akan diberikan untuk industri yang merakit mobil listrik di dalam negeri. Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh produsen adalah tingkat kandungan dalam negeri.

Baca: Demi Mobil Listrik, Produksi Mobil Konvensional Akan Dibatasi

"Kebijakan pemerintah untuk mendorong mobil listrik sejalan dengan visi kami dalam mewujudkan zero emission environment. Jadi tentu saja kebijakan itu akan kami dukung," kata General Manager Marketing Strategy and Communication Division PT Nissan Motor Indonesia Budi Nur Mukmin, Rabu 30 Agustus 2017.

Dari sisi produk, Nissan telah sepenuhnya siap untuk turut meramaikan pasar kendaraan bermesin listrik. Saat ini perusahaan telah memiliki sejumlah model mobil listrik, yakni Leaf, mobil listrik dengan sistem charger serta Note e-power.

Hal senada juga diungkapkan oleh PT Toyota Astra Motor. Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengatakan rencana pemerintah untuk memassalkan pengembangan dan pemasaran mobil hybrid dan listrik telah sejalan dengan tren global dan rencana jangka panjang Toyota di Indonesia. Pabrikan asal Jepang itu telah menyiapkan beberapa teknologi mobil listrik.

Baca: Pemerintah Cari Investor Kembangkan Mobil Listrik

Terbaru, perusahaan mengenalkan teknologi baterai Solid State Battery dengan kemampuan pengisian enam kali lebih cepat dan 10 kali lebih tahan lama dari produk sejenis lainnya. Toyota juga terus melakukan edukasi ke masyarakat untuk mengubah agar menggunakan mobil listrik.

"Untuk saat ini masih ada waktu untuk bridging dari kondisi sekarang yang mobil konvensional ke mobil hybrid dengan harga murah atau listrik murni. Yang penting kebijakan dan edukasinya tepat," katanya.

BISNIS

#Mobil Listrik
#Nissan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi