Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Ban Lebar di Sepeda Motor
Reporter: Naufal Shafly
Editor: Eko Ari Wibowo
Selasa, 30 Januari 2018 14:44 WIB
Seorang montir mengganti ban sepeda motor di sebuah bengkel di kawasan jalan Patimura, Malang, Jawa Timur, 13 Juli 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kini penggunaan ban lebar pada sepeda motor sedang tren di kalangan para biker. Pabrikan seperti Honda dan Yamaha juga mulai menggunakan ban lebar pada produk terbarunya. Selain karena lebih stylish, penggunaan ban lebar meningkatkan kenyamanan berkendara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Supervisor Training Proban Motorparts Tommy Bramantya, penggunaan ban lebar memiliki kelebihan, “Kelebihannya, stabilitas, handling, dan stylish,” ujarnya saat ditemui Tempo pada Selasa, 30 Januari 2018.

Baca: Begini Cara Menangani Ban Tubeless yang Bocor

Tommy menjelaskan, ban dengan diameter lebar akan meningkatkan stabilitas berkendara. Selain itu, ban lebar membuat handling lebih nyaman jika ukuran ban dan velg sesuai. Namun, jika ukuran velg dan ban tidak sesuai, handling akan menjadi lebih berat.

Sisi lemah penggunaan ban lebar adalah bobot yang lebih berat sehingga memaksa mesin bekerja ekstra serta dapat berpengaruh pada konsumsi bahan bakar.

“Karena semakin lebar akan menjadi semakin berat, otomatis putaran roda juga akan berat. Dari sektor mesin, kalau terlalu besar akan membuat mesin bekerja ekstra keras. Ujung-ujungnya konsumsi bahan bakar akan lebih boros,” kata Tommy.

Untuk penggunaan ban lebar yang dikeluarkan pabrikan, menurutnya, tidak akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar karena hal tersebut sudah melewati uji coba dan perhitungan yang tepat.

Baca: Tip Memilih Ban Sport yang Nyaman untuk Harian

Namun, jika pengguna ingin mengganti ban standar menjadi ban lebar, yang harus diperhatikan adalah faktor bobot ban yang akan mempengaruhi mesin dan handling. Apalagi jika ban terlalu lebar dibanding velg sepeda motor.

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi