Toyota Sumbang Mesin Kijang Innova ke Universitas Diponegoro
Reporter: Gooto.com
Editor: Wawan Priyanto
Sabtu, 10 Maret 2018 17:35 WIB
Toyota Motor Manufacturing Indonesia mendonasikan alat peraga laboratorium dan mesin Toyota Kijang Innova kepada Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat, 9 Maret 2018. Dok. TMMIN
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu program “Toyota Berbagi Ilmu” memberikan donasi alat peraga pendidikan dan transfer pengetahuan melalui kuliah umum di Gedung Teknik Industri, Fakultas Teknik, Departmen Teknik Industri, Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 9 Maret 2018.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aktivitas donasi ini terdiri dari serah terima alat peraga laboratorium berupa 1 paket Laboratorium Lean Manufacturing, 1 paket Laboratorium Lean Production System, dan 1 unit mesin Toyota Kijang Innova kepada mahasiswa Teknik Industri UNDIP.

Ketiga donasi ini ditujukan untuk memberikan simulasi situasi nyata di dunia industri kepada mahasiswa sehingga dapat menjadi jembatan dalam penciptaan SDM global yang siap pakai.

Baca: Toyota Yaris Buatan TMMIN Diekspor ke Tiga Negara ASEAN

Acara serah terima donasi dan kuliah umum ini dihadiri oleh Rektor UNDIP Yos Johan Utama, Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono, Direktur Administration Corporate & External Affairs PT TMMIN Bob Azam, Direktur Unit Manufacturing Toermoedi serta jajaran akademisi UNDIP dan Manajemen PT TMMIN.

Alasan utama menjadikan UNDIP sebagai salah satu role model perguruan tinggi untuk program “Toyota Berbagi Ilmu” yaitu karena universitas ini menjadi salah satu dari 10 universitas terbaik berdasarkan penilaian Kemenristek DIKTI di tahun 2017.

Warih berharap dengan adanya aktivitas donasi alat peraga pendidikan dan kuliah umum ini mahasiswa dapat mengenal dunia industri sesungguhnya. “Semoga sinergi serta kerjasama dengan praktisi pendidikan dan akademisi professional ini dapat menjadi bekal pengalaman nyata bagi para mahasiswa ketika sudah lulus nanti,” kata Warih yang juga tampil memberikan kuliah umum.

Simak: TMMIN Ekspor Toyota Sienta Euro 6 ke Singapura

Selain UNDIP, Toyota sebelumnya juga sudah mendonasikan 1 paket Laboratorium Lean Production System kepada Universitas Indonesia (UI) di tahun 2015. Rencananya selain UNDIP dan UI, Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga akan disambangi pula oleh program Toyota Berbagi Ilmu yang memberikan fokus pada kurikulum pendidikan di Indonesia. Ketiga universitas ini diharapkan dapat menjawab tantangan akan kebutuhan link & match antara dunia industri dan dunia pendidikan.

Pengembangan Laboratorium Lean Manufacturing (LML) dan Laboratorium Lean Production System (LPSL) sangat penting untuk mencapai industri manufaktur berdaya saing tinggi. Materi mata kuliah yang diterapkan di Department Teknik Industri UNDIP tersebut mengambil konsep dasar dari Toyota Production System (TPS) yang ada di Toyota Indonesia.

Lean Manucaturing (LML) adalah penggambaran simulasi TPS dalam produksi mobil dari Line Assy hingga menjadi produk yang diterima oleh konsumen. Sementara itu, Lean Production System (LPSL) adalah perancangan dan penerapan sistem produksi yang menjamin efisiensi semua faktor yang terlibat, mulai dari penggunaan bahan baku, proses produksi hingga sumber daya manusia (SDM).

Simak: Pengembangan SDM, Toyota Indonesia Kucurkan Rp 50 Miliar per Tahun

LMSL dan LPSL memiliki fungsi untuk menjembatani proses manufaktur dalam skala laboratorium sehingga mahasiswa dapat melakukan pembelajaran dan perubahan khususnya di bidang manufacturing serta memahami keseluruhan konsep TPS.

Keberadaan LMSL dan LPSL mendukung mahasiswa untuk merancang sistem produksi yang bisa mencapai produksi optimal dari sisi volume dan ketepatan waktu dengan biaya yang paling efisien sejalan dengan dinamika atau perkembangan kebutuhan perusahaan.

Dalam pengembangannya, selain kurikulum pendidikan yang dimatangkan melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan Nasional, Toyota Indonesia juga mentransfer konsep hingga pengadaan peralatan kepada universitas yang menjadi model percontohan.

Tantangan industri Indonesia ke depan dalam kompetisi regional dan global akan semakin ketat, terutama bagi industri manufaktur yang dipacu untuk terus meningkatkan produktivitas dalam bentuk kualitas SDM, pengembangan sistem manajemen, dan inovasi teknologi tinggi.

Toyota Indonesia ingin memberikan dukungan di bidang praktikum pendidikan perguruan tinggi, sehingga lulusan-lulusan universitas selain memiliki pengetahuan teori yang baik juga memiliki keterampilan praktik industri mumpuni yang memuluskan adaptasi di dunia kerja nantinya.

“Di masa yang akan datang Perguruan Tinggi Indonesia dapat menjadi pusat pengembangan teknologi bagi kepentingan pengembangan sektor industri manufaktur di Indonesia,” kata Bob Azam.

Selama hampir 5 dekade, Toyota berupaya untuk dapat memberikan partisipasi dan dukungan penuh terhadap perkembangan industri Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan SDM untuk memenuhi kebutuhan antara lulusan yang sesuai kualifikasi dengan tingginya permintaan dunia industri.

Keseluruhan komitmen ini terangkum dalam semangat Toyota Berbagi (Bersama Membangun Indonesia) yang terdiri dari tiga pilar yaitu pengembangan produk dan teknologi, pembangunan industri otomotif serta tanggung jawab sosial perusahaan.

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi