Tips Aman Berkendara di Musim Banjir dari Asuransi Astra
Reporter: Wira Utama
Editor: Wawan Priyanto
Selasa, 7 Januari 2020 08:59 WIB
Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Senior Vice President Communication, Event dan Service Management Asuransi Astra, L. Iwan Pranoto menyarankan agar para pengendara tetap berhati-hati saat hendak melintas jalan yang tergenang air atau banjir. Itu untuk menghindari kerusakan mobil.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Cara terbaik agar terhindar dari engine water hammer adalah menghindari genangan. Jika belum terlanjur melintas, sebaiknya segera putar balik dan lewat jalan lain. Jangan pernah memaksakan diri apalagi sengaja menerjang genangan. Kalau sudah mogok, risikonya akan lebih besar,” ujar Iwan dalam keterangan pers yang diterima Tempo, 6 Januari 2020.

Kerusakan kata dia, dapat mengurangi performa mesin mobil. Selain itu, merujuk pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II pasal 3 ayat 4, kerusakan mesin akibat kedua kejadian tersebut juga merupakan jenis kejadian yang dikecualikan sehingga tidak bisa diklaim.

“Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan,"ujarnya.

Oleh karena itu, perlu memperhatikan selalu kondisi jalan yang akan dilewati. Iwan juga menyarankan agar pengguna asiransi bisa meningkatkan proteksi kendaraan dengan perluasan jaminan di Garda Oto.

Melalui perluasan jaminan, mereka bisa klaim kerusakan yang disebabkan bencana alam seperti banjir. Namun sekalipun sudah terlindungi dengan perluasan perlindungan banjir, sebaiknya pengguna juga tidak dengan sengaja melibas genangan tanpa perhitungan.

Adapun potensi kerusakan paling umum saat melintasi genangan adalah engine water hammer. Kerusakan ini biasa juga disebut hydrolocking, yang merupakan kondisi mesin mendadak mati yang disebabkan masuknya air ke dalam ruang bakar melalui air intake.

Kondisi tersebut menimbulkan tekanan besar di ruang silinder oleh piston yang dapat menyebabkan bengkoknya stang piston, rusaknya ring piston, dinding silinder, hingga melengkungnya head silinder.

Saat melewati genangan, sebaiknya pastikan ketinggian genangan air setidaknya 30 cm di bawah air intake, sehingga aman dan tidak menyedot air. Langkah selanjutnya adalah injak gas secukupnya dan jangan menggunakan putaran mesin tinggi agar air tidak masuk ke saluran pembuangan gas atau knalpot.

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi