Tren Modifkasi Mobil 2008 Lebih Santun
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Sabtu, 16 Agustus 2008 20:06 WIB
TEMPO Interaktif , Jakarta:Beberapa tahun belakangan ini jalan-jalan di ibukota disemarakkan mobil-mobil modifikasi ekstrim. Mobil-mobil “aneh” itu banyak memikat orang-orang yang melihatnya.

Aneh di sini terkait para modifikator yang mendandani mobilnya dengan dandanan gaya jalanan. Ban yang satu sentimeter lagi menyentuh tanah, pintu yang dibuka ke atas, plus warna-warna yang mencolok adalah beberapa contoh modifikasi ekstrim tersebut.

Memasuki tahun 2008 semua itu berubah total. Menurut Eddy Handoko Kurniawan-pemilik bengkel modifikasi Inspire, kebanyakan penggila modifikasi telah bosan dengan hal tersebut.

Dulu orang berani memodifikasi mobilnya gila-gilaan. Sekarang kapok. Mereka tak mau ketika dimodif kendaraannya tidak bisa dipakai,” ungkap Eddy yang kebanyakan pelanggannya datang dari kelas menengah ke atas.

Eddy yang telah lima tahun ini menggeluti bisnis modifikasi mencontohkan, pelanggannya saat ini paling total merubah hanya pada bagian eskteriornya saja.

Bagian-bagian yang dipermak bengkel Eddy meliputi mengganti ban dengan velg besar. Mengganti lampu hingga merubah kap mesin. Meski mengaku mempunyai ribuan pelanggan pengusaha itu tidak asal menerima para modifikator.

Eddy mengkhususkan pelanggannya kepada mobil-mobil keluaran tahun 2000 ke atas.

Contohnya Mercy Seri E tahun 2003-2006 Kebanyakan hanya memface lift saja,” tukasnya.

Meski kapok mendandani ekstrim mobilnya, para pelanggan Inspire tetap harus merogoh kocek dalam-dalam. Sebagai contoh seorang pelanggan Eddy bernama Stefan harus mengeluarkan koceknya hingga Rp 250 juta, hanya untuk memesan bodi kit mobil Lamborghini Gallardo keluaran 2008 dari Jerman.

Dia (Stefan) menelpon saya ada barang “baru” apa nih. Gue baru beli mobil nih bisa ga dipermak,” ungkap Eddy mengomentari pelanggannya yang pengusaha hotel di Bandung, dan eksportir rotan tersebut.

Pelanggan Eddy bukan hanya datang dari kalangan pengusaha. Pejabat-pejabat penting di negeri ini banyak juga yang mempermak mobil kesayangannya. Sayang dia tak mau menjelaskan klien-kliennya tersebut.

Untuk harga Eddy mematok harga bervariasi. Menurutnya itu semua tergantung kepada modifikasi yang diinginkan pelangannya. Biasanya dari jumlah barang yang dipesan dari luar negeri dia mendapatkan keuntungan 10 persen.

Setiap mobil yang “dipermak” Inspire biasanya menghabiskan waktu sehari. Tapi ada juga kendaraan yang memakan waktu hingga tiga bulan. Menurut Eddy semuanya tergantung seberapa rumit pengerjaan modifikasinya.

Inspire bukan hanya memodifikasi mobil pemilik orang-perorangan. Selain 'mengirimkan' modifikasinya kepada para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), bengkel ini juga mengekspor produknya ke Asia.

"Pangsa pasar terbanyak kami di Asia kebanyakan di Singapura,” tutup Eddy.

Bagus Wijanarko

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi