Mobil Rusak karena Nekat Menerobos Banjir, Klaim Asuransinya Bisa Ditolak
Reporter: Tempo.co
Editor: Wawan Priyanto
Senin, 22 Februari 2021 09:40 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi akses jalan menuju gerbang tol Jakarta-Cikampek, di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 19 Februari 2021.. Menurut warga akses jalan menuju pintu tol di daerah tersebut banjir pada pukul 05.30 WIB. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, JakartaHujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat, 19 Februari 2021, telah membuat sebagian wilayah mengalami banjir. Ketinggiannya beragam, ada yang hanya semata kaki hingga setinggi mobil. Situasi ini tentu sangat membahayakan bagi pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat. SVP Communication & Customer Service Management Asuransi Astra, L Iwan Pranoto, menjelaskan supaya pengguna jalan selalu berhati-hati dalam berkendara. “Keselamatan dan keamanan pelanggan adalah konsentrasi utama kami, jangan sampai pelanggan ada yang nekat melewati jalanan banjir dan mengalami kecelakaan,” kata Iwan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Februari 2021. Meski demikian, Iwan menambahkan, genangan atau banjir tidak bisa dihindari bagi pengguna jalan. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan supaya terhindar dari risiko banjir. Lewati jalan tanpa genanganApabila melihat genangan, sebaiknya kendaraan mencari alternatif jalan lain. Apabila harus melewati jalan dengan ketinggian genangan di atas roda kendaraan, sebaiknya tunggu genangan surut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca juga: Asuransi Mobil, Pentingnya Perluasan Jaminan untuk Antisipasi Banjir

Jangan memaksa kendaraan untuk melewati genangan air, risiko keselamatan anda menjadi taruhannya. Bagi pemilik mobil jangan memaksa mobil untuk melewati banjir, karena sangat berisiko apabila ada jalanan rusak, jalanan lebih rendah, atau ada selokan tidak terlihat yang dapat mengakibatkan mobil terperosok semakin dalam.

Mengurangi kecepatan dan jaga jarakBerkendara dalam keadaan hujan tentu kita akan melewati jalanan yang licin dan terdapat genangan air. Keadaan ini tentu mengakibatkan mobil mudah tergelincir dan dapat mengakibatkan kecelakaan.

Sebaiknya berkendara dengan kecepatan rendah dan selalu menjaga jarak dengan kendaraan di depan ataupun belakang. Apalagi ketika hujan lebat dengan jarak pandang pendek. Hindari melewati jalanan yang memiliki banyak pohon serta baliho untuk meminimalisir risiko mobil tertimpa kedua benda tersebut.Hindari kondisi water hammerKondisi ini biasa disebut hydrolocking, atau keadaan mesin mobil mati mendadak karena adanya air masuk ke dalam ruang bakar melewati air intake. Hal ini menyebabkan tekanan besar di dalam mesin sehingga komponen di dalam mesin rusak akibat connecting rod bengkok dan mobil akan mogok seketika. Mobil yang mengalami kondisi ini harus mengganti bagian yang rusak dengan biaya yang cukup mahal.

Klaim asuransi bisa ditolak Iwan menambahkan bahwa apabila pengemudi tidak memiliki pilihan lain untuk menerobos banjir, ada risiko yang bisa timbul. Yakni mobil yang mengalami kerusakan karena menerobos banjir dan klaim asuransi tidak diterima. 

Baca: Isuzu Panther Jago Terabas Banjir, Simak Kelebihannya

Keadaan ini merujuk pada penjelasan di Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 3 ayat 4 yang mengatakan kalau asuransi tidak menjamin kerugian, kerusakan dan biaya atas kendaraan bermotor tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika: 4.4 Dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan.Merujuk dari pasal tersebut, kata Iwan, sebaiknya pengemudi senantiasa berhati-hati dan selalu waspada dalam keadaan hujan atau banjir. Jangan memaksa kendaraan untuk melewati genangan atau banjir. "Selalu utamakan keselamatan diri ketika berkendara," ujarnya.Iwan mengingatkan bahwa asuransi memiliki perang yang cukup penting untuk melindungi kendaraan dari musibah banjir. Iang mengingatkan konsumen telah memiliki perluasan jaminan asuransi supaya mendapatkan pengamanan ekstra ketika banjir melanda.

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi