Volkswagen Perkirakan Krisis Semikonduktor Masih Berlanjut hingga 2022
Reporter: Antara
Editor: Rafif Rahedian
Kamis, 21 Oktober 2021 09:58 WIB
Interior Volkswagen ID Life saat presentasi dalam acara Munich Motor Show IAA Mobility 2021 di Munich, Jerman, 6 September 2021. Volkswagen ID Life memiliki layar proyeksi yang dapat ditarik yang memungkinkan penumpang untuk menonton film dan bermain video game saat mobil diparkir. REUTERS/Wolfgang Rattay

GOOTO.COM, Jakarta - Produsen mobil Volkswagen baru-baru ini memperkirakan bahwa masalah kekurangan semikonduktor masih bakal terus berlanjut hingga 2022. Krisis chip ini memang telah menghambat produksi kendaraan modern secara global.

Hal itu dibenarkan langsung oleh Eksekutif Volkswagen AG Amerika Serikat, Scott Keogh. Dirinya secara yakin menyebutkan bahwa krisis semikonduktor ini akan terus dirasakan produsen mobil hingga paruh kedua tahun depan.

"Tanpa diragukan lagi, kekurangan ini akan berlanjut hingga 2022, setidaknya paruh kedua dari 2022," ucap Keogh, dikutip dari Reuters, hari ini, Kamis, 21 Oktober 2021.

Penggunaan chip sendiri memang sangat dibutuhkan untuk mobil-mobil zaman sekarang. Mengingat, pembuat mobil harus menggunakan semikonduktor untuk menciptakan sensor rem, power steering hingga sistem hiburan.

Keogh menjelaskan bahwa industri otomotif sampai saat ini masih kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, dirinya berencana untuk mengurangi jumlah chip pada bagian mobil.

"Secara historis, kami telah membuat keputusan seolah-olah chip hampir tak terbatas, jadi setiap modul membutuhkan chip. Ada beberapa cara yang kami mulai melihatnya ketika kami mengembangkan mobil: dapatkah kami membuat lebih banyak modul dengan lebih sedikit chip? Itu bisa dilakukan. Ini semua adalah hal yang kami lihat," lanjut Keogh.

Baca: Daihatsu Indonesia Tak Alami Kendala Produksi di Tengah Krisis Chip

BISNIS

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-installaplikasi Telegram terlebih dahulu.

#Volkswagen
#Semikonduktor
#Krisis Chip
#Mobil
#Produsen Mobil

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi