Kendaraan Listrik Dinilai Bisa Mengurangi Impor Bensin Hingga 50 Persen
Reporter: Tempo.co
Editor: Rafif Rahedian
Jumat, 26 Agustus 2022 13:00 WIB
Mobil listrik Toyota bZ 4X di pamerkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 11 Agustus 2022. Sebanyak 25 merek kendaraan menghadirkan jajaran kendaraan listriknya pada ajang pameran otomotif GIIAS 2022. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Kehadiran kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia dinilai bakal mengurangi impor bensin atau bahan bakar minyak (BBM). Pengurangannya pun bisa mencapai 40 sampai dengan 50 persen.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Informasih tersebut dibenarkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto. Dirinya menjelaskan bahwa kendaraan listrik juga dapat membantu menekan dan menghemat BBM bersubsidi.

“Kebijakan untuk energi nasional yaitu mengurangi impor bensin yang sekarang itu sudah 40-50 persen, itu salah satunya dengan kendaraan listrik, khususnya motor listrik,” kata Djoko seperti dikutip Gooto.com dari Antara.

Lebih lanjut dirinya menyebut kendaraan listrik menjadi solusi atas permasalahan harga bensin di pasaran. Apalagi saat ini sudah ada rumor mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite.

“Kendaraan listrik bisa menghemat subsidi sekitar 0,6 triliun per tahun. Tapi kita tahu bahwa sekarang BBM itu naik harganya di internasional, angka subsidinya itu bisa mencapai Rp 500 triliun, ini (data) dibuat pada tahun 2020 sebelum harga BBM naik,” jelas dia.

Pemerintah, kata Djoko, sebetulnya memiliki target untuk tidak impor bensin pada 2027. Akan tetapi, target tersebut diprediksi bakal mundur hingga 2030 mendatang akibat kondisi pandemi Covid-19.

“Kalau kita lihat angkanya sudah 21 ribu kendaraan (listrik) dan kita punya target 100 ribu (kendaraan listrik) di tahun ini. Tentunya itu akan mengurangi (impor bensin) di 2025-2030 sekitar 300 ribu barrel oil per day. 300 ribu barrel bensin akan berkurang, otomatis kan subsidinya akan berkurang,” tutup dia.

Baca juga: Bandung Bakal Gunakan Bus Listrik BYD Tipe C6, Kapan Dioperasikan?

ANTARA

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi