Membedah Sepeda Motor dengan Hati
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 16 Maret 2009 17:00 WIB
Motor yang telah dimodifikasi di Custom World Motorcycles Modify Shop, Sumagung III, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (11/03). [TEMPO/Arif Fadillah : AFS20090311]

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah sepeda motor matic "nongkrong" dengan gagah di muka toko itu. Bodinya seperti terbuat dari kayu, dari velg, jok, hingga setangnya pun seolah-olah begitu. Tampilan sepeda motor itu tampak klasik. Sepeda motor tadi tentu bukan keluaran pabrik sepeda motor, melainkan hasil racikan bengkel modifikasi sepeda motor, Custom World, di kawasan Sumagung III, Kelapa Gading.

Bengkel ini boleh dibilang jagonya memodifikasi sepeda motor di Kelapa Gading. Tengok saja lebih dalam. Ada sebuah sepeda motor hasil modifikasi dengan gaya yang futuristik. Bagian velg dan jerujinya tertutup warna ungu metalik, sementara bodinya didominasi warna abu-abu. Desainnya mirip kendaraan yang digunakan Ultraman, tokoh rekaan asal Jepang.

John Lipurnomo, pemilik Custom World, menerangkan, kini tren modifikasi sepeda motor kebanyakan bergaya low rider. "Cirinya ban belakang digedein dan sumbu rodanya dipanjangin," katanya. Bisnis bengkel modifikasi sepeda motor diawali oleh John dengan membuka bengkel khusus cat sepeda motor dengan sistem airbrush pada 1995. Saat itu lokasinya masih di Gading Griya Pratama.

Pada tahun 1995, ia mulai bermain di bengkel modifikasi sepeda motor. Baru-baru ini ayah tiga anak itu mengkhususkan diri memodifikasi sepeda motor jenis matic. "Saya mulai khusus ke sepeda motor matic sejak jenis sepeda motor itu ramai dua tahun lalu," ujar John. Menurut John, saat banting setir memodifikasi sepeda motor matic, ia tak memikirkan apakah peluangnya besar atau tidak, tetapi lebih ke arah suka atau tidak suka.

Dia menyukai sepeda motor tanpa transmisi gigi itu karena tampilannya yang lucu, sehingga lebih mudah untuk dimodifikasi. Meskipun bengkelnya berada di Kelapa Gading, mayoritas pelanggan John adalah warga asal Tanjung Priok dan Bekasi. Dari Kelapa Gading sendiri, kata dia, belum terlalu banyak. Maklum, John melihat warga Kelapa Gading sangat berhitung dalam modifikasi sepeda motor.

Untuk memodifikasi satu sepeda motor saja dibutuhkan waktu sebulan dengan biaya total mencapai Rp 15 juta. Bahkan tak jarang, sebuah modifikasi sepeda motor menghabiskan biaya Rp 40 juta. Biaya itu tentu jauh melampaui harga sepeda motornya sendiri. "Mereka yang benar-benar mau memodifikasi sepeda motornya adalah anak muda yang sudah bekerja," katanya. Tapi ada juga orang tua yang ikut memodifikasi sepeda motornya.

Untuk sebuah hasil modifikasi yang sempurna, John mengatakan ia tak mau menerima banyak pelanggan. "Sebulan paling banyak tiga pesanan," ujarnya. John mengungkapkan, untuk membuka sebuah usaha modifikasi sepeda motor seperti miliknya, syarat pertama adalah keahlian dan yang kedua adalah melakukannya dengan hati. Beruntung John punya cita rasa seni tinggi, sehingga memudahkannya memodifikasi sepeda motor.

Sebagai bukti pekerjaannya sudah diakui banyak orang, John pernah diganjar juara lomba airbrush dan lomba fashion standard bulan Februari lalu di Sentul. Hanya dua piala itu yang dipajang di kantornya. "Sebetulnya masih banyak lagi," katanya.

Tips Membuka Bisnis Modifikasi Sepeda Motor Konsisten dengan jalur yang dipilih.Cinta dan hobi memodifikasi sepeda motor. Mengerjakan dengan hati.Selalu mencari ide baru untuk sebuah modifikasi.
IRVAN SJAFARI

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi