Uji Kebisaan Mercedes
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 4 Mei 2009 21:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: "Berkendara bukan hanya soal menyetir, tapi juga bagaimana mengenal performa dan sistem keamanan kendaraan yang Anda kendarai," kata Rudi Borgenheimer, President & CEO PT Mercedes-Benz Indonesia. Yup, kesempatan mengenal kemampuan performa dan keamanan produk Mercedes-Benz inilah yang diberikan kepada Tempo dalam Mercedes-Benz Driving Experience 2009 di Sirkuit Internasional Sentul, akhir pekan lalu.

Sebenarnya ini bukan MBDE pertama yang Tempo ikuti. Tempo juga ikut pada edisi pertama tahun 2007 tapi absen setahun kemudian. Untuk tahun ini MBI mengundang sekitar 600 konsumennya untuk menjajal 24 model Mercedes pada acara yang dilangsungkan selama 12 hari sejak 24 April sampai 5 Mei besok.

Semua model Mercedes-Benz lengkap untuk dicoba kebisaannya. Ada mobil kompak B-Class, sedan (C, E, dan S-Class), SUV (M-Class), Sportscoupe (CLC Class), sampai Luxury MPV (R-Class). Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, MBI mendatangkan langsung instruktur dari Jerman yang dikepala Matthias Kleinmichel dibantu Wim Diems, Sven Schroeder, serta satu-satunya instruktur perempuan Violeta Weykopf.

Setelah mendapat briefing singkat, kami diajak pemanasan dengan melakukan slalom. Tujuannya untuk menghadapi situasi sehari-hari dengan melatih kontrol dan memegang kemudi yang benar. "Yang penting Anda fokus dengan kendaraan dan jalan di depan Anda," kata Wim Daems yang menjadi instruktur Tempo bersama tujuh wartawan lain di kelompok kuning.

Setelah melakukan beberapa putaran kami melakukan tes yang dinamai curve skid pad. Kami diminta berkendaraan di atas jalanan plastik yang disiram air pada kecepatan 55 km/jam, melakukan pengereman, dan menuju satu titik sasaran. Tujuannya untuk mengenal fitur ABS (anti lock braking system), anti skid regulation, dan electronic traction system pada Mercedes. R-Class yang MPV ternyata jago juga untuk urusan ini.

"Oke, sekarang yang lebih ekstrim dikit ya?" kata Wim. Pria jangkung yang murah senyum itu ternyata mengajak kami melakukan apa yang disebut lane change. Caranya? Mobil dilarikan lebih kencang lagi, sekitar 85 km/jam, kemudian bermanuver ekstrim ke kiri, balik ke kanan, menuju tempat pemberhentian.

Kedengarannya tidak terlalu sulit. Tapi, semuanya harus dilakukan tanpa bantuan rem dan hanya murni mengandalkan kehandalan memainkan kemudi. Di sini, fitur ESP (electonic stability program) milik pabrikan Jerman dengan lambang bintang segitiga itu sangat membantu menghindari slip dan tergelincir.

Nah, tes yang paling Tempo sukai adalah track lap. Apaagi kalau bukan memacu mobil mengitari Sirkuit Sentul. Asyiknya lagi, untuk tes ini MBI menyediakan generasi terbaru E-Class yaitu E 280 dan S 350 L. Model terakhir ternyata cukup oke untuk di ajak balapan. Meski berbodi lebih besar dan tinggi, tipe sedan termewah Mercedes-Benz itu bisa diajak ngebut di jalur lurus maupun bermanuver di tikungan.

Meski jarum speedometer sudah ada di angka 150 km/jam, Wim masih berteriak melihat ada peserta yang ketinggalan "Faster, faster, faster... Ini Mercedes-Benz, rasakan kekuatan mesinnya, rasakan torsinya, injak gas!"RAJU FEBRIAN

#Otomotif
#NII

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi