VW Touran, Si Garang yang Tak Neko-neko
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 17 Juni 2009 14:22 WIB
Dok: VW

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jujur, saat pertama kali melihat sosok mobil Volkswagen Touran 1.4 TSI (Twincharged Stratified Injection), ada sedikit under estimate. “Ah biasa saja” begitu yang terbersit di benak Tempo sesaat sebelum acara driving experience to Bandung yang digelar PT Garuda Mataram Motor (GMM), pemegang merek Volkswagen dan Audi di Indonesia, Senin (16/06) lalu.

VW TouranTerlebih mobil berkapasitas mesin 1.400 cc empat silinder DOHC itu, juga seperti umumnya mobil VW yang tak neko-neko dalam penampilannya, baik di bagian depan maupun belakang. Namun, begitu Tempo bersama para jurnalis dari beberapa media masuk ke kabin, dan mobil mulai melaju di jalan tol Jakarta- Bogor – Ciawi, pandangan itu perlahan surut, bahkan sirna seketika.

Betapa tidak, dibalik tampilan sederhana dan tak neko-neko itu, ternyata kegarangan mesinnya tak bisa dibantah. Maklum, dengan teknologi direct injection dengan twincharger yaitu paduan supercharger dan turbocharger, mobil ini mampu melesat dengan tenaga 140 horse power (tenaga kuda), meski baru pada 5.600 rpm. Dan torsi telah menapak 220 Nm pada 1.500 rpm. Jarum pada speedo meter pun menyentuh angka 160 kilometer per jam. Disitulah, keraguan terjawab.

“Performa itu didapat karena, teknologi ini mesin diperkuat oleh kompresor danVW Touran turbocharger,. Ini seperti teknologi pada varian VW Golf GTI,” kata Andrew Nasuri, Chief Executive Officer GMM.yang memegang kemudi dan membawa kami ke Puncak Pas, Bogor, tempat peristirahatan pertama dalam rangkaian etape menuju Bandung.

Terlebih, transmisi mobil ini dilengkapi double clutch atau yang biasa disebut DSG. Walhasil, kata Andrew, bila jalanan tak sepadat di jalur puncak seperti saat itu, maka kecepatan maksimum bisa mencapai 198 kilometer per jam. Dan itu, telah dibuktikan sendiri Andrew, kala dirinya mencoba langsung mobil itu di negeri asalnya, Jerman. “Saat itu, saya bisa geber sampai 200 kilometer per jam. Masih stabil, responsif tinggi, pokoknya nyaman,” papar Andrew.

Bila Andre berkata seperti itu, bukanlah isapan jempol semata. Pasalnya, ketika kami pulang ke Jakarta dan mengambil rute jalan tol Cipularang, mobil dipacu dengan kecepatan 190 kilometer perjam pun, tetap stabil. Bahkan, saat dicoba bermanuver dengan secara zig zag mendahului beberapa kendaraan di lajur kanan dan kiri, tingkat responsifitasnya sangat tinggi. Begitu pun dengan suspensinya, tak membuat kami yang duduk di bangku belakang terasa seperti dikocok.

Yang terang, mobil yang dirancang dengan konsep sebagai mobil multi purpose vehicle (MPV) itu, juga dilengkapi serangkaian piranti atau fitur keselamatan tingkat tinggi. Tujuh titik air bag dan tujuh seat belt dipasang sesuai jumlah tempat duduk yang tersedia.

Mobil dengan panjang 4.407 milimeter (mm), lebar 1.794 mm, serta tinggi 1.635 mm, itu juga dilengkapi park assist yang membantu pengendara saat parker. Alat itu, dengan bantuan sensor ultrasonic di depan dan belakang mampu mendeteksi ruang parkir yang tersedia.

VW TouranSelanjutnya sensor akan memperhitungkan bentuk dan lintasan parker, sehingga manuver ideal untuk parker pun bias dilakukan. Tampilan visual dan akustik akan membantu pengemudi mengarahkan mobilnya ke posisi parkir yang tepat.

Ketika tuas transmisi diposisikan ke gigi mundur, mobil akan memarkir sendiri dalam 15 detik. Tugas pengemudi hanya menekan pedal gas dan mengerem.

Itulah beberapa diantara sederet keunggulan yang ditawarkan mobil MPV yang dibanderol Rp 395 juta tersebut. Hanya memang, soal pemasaran, mobil yang akan diluncurkan Kamis (18/06) besok itu juga akan menghadapi persaingan ketat dari pabrikan nlain, yang membanderol harga kompetitif dan menawarkan fitur serupa, meski dalam hal performa mesin VW telah membuktikan kedigdayaannya.

ARIF ARIANTO

#Otomotif
#Otoritas Jasa Keuangan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi