Bridgestone Indonesia Gelar Tire Safety Campaign  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 1 Juli 2009 20:13 WIB
Dok. PT Brigestone Tire Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ban memiliki fungsi yang sangat vital bagi kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat. Sebab, ban sangat menentukan keselamatan saat berkendara. Misalnya, ban sudah gundul alias ukiran ban sudah rata akan sulit terjadinya traksi atau cengkeraman ban dengan jalan saat mobil direm.

Press Conference BrisgestoneAkibatnya, mobil akan tetap melaju meski pedal rem telah diinjak penuh. Sehingga, kecelakaan pun tak bisa dihindari. Begitu pun dengan tekanan angin pada ban, bila tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, akan rawan menimbulkan ban pecah saat dikendarai akibat gesekan ban dengan permukaan jalan.

Sebagai salah satu produsen ban dengan jaringan di seluruh dunia, PT Bridgestone Tire Indonesia (BTI) menggelar kampanye tentang pentingnya ban dalam keselamatan dan kenyamanan berkendara.

“Oleh karena itu, merawat ban menjadi hal yang wajib dilakukan. Perawatan itu mulai dari memeriksa tekanan angin maupun memeriksa fisik ban,” tutur Marketing Director PT BTI Shinya Hisada, di sela-sela acara Bridgestone Tire Safety Campaign, di Rest Area Tol Cikampek Km57, Karawang, Jawa Barat, Rabu, (01/07).

Menurut Hisada, usia ban juga tergantung dari pemeliharaan dan penggunaannya. Ban, kata Hisada, cenderung cepat aus bila kendaraan sering melewati jalan tol. Pasalnya di jalan bebas hambatan itu, kendaraan yang melintas harus berkecepatan minimal 60 kilometer per jam. Faktor lain penyebab cepat ausnya ban adalah kebiasaan sering mengerem mendadak, serta kondisi jalan yang rusak. “Padahal, kondisi jalan itu sulit kita hindari,” kata Hisada.

Lantaran itulah, Hisada berharap para pemilik kendaraan agar rajin memeriksakan kondisi ban kendaraannya paling tidak sebulan sekali, atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Bila pemeriksaan itu dilakukan dengan baik dan benar, bukan hanya keselamatan dan kenyamanan saja diperoleh, tetapi juga manfaat secara ekonomi karena ban tidak cepat aus dan perlu segera diganti.Sehingga pengeluaran pun bisa dihemat.

Sementara itu, Deputi Sales Manager PT BTI, John M Arsyad yang hadir pada acara itu, menyebut kondisi ban yang tak layak menjadi faktor terbesar penyebab terjadinya kecelakaan. Arsyad, mengutip data yang dilansir Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia pada 2007, menyebut, 60 persen kecelakaan yang terjadi di jalan raya disebabkan faktor kendaraan.

Dari jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi kendaraan tersebut, 70 persen diantaranya karena faktor ban yang tidak layak pakai. "Dari berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi, ternyata bukan kualitas bannya yang jelek. Namun, perhatian maupun perawatan terhadap ban yang tidak baik. Ini menyebabkan ban tidak layak pakai," papar Arsyad.

Kampanye yang digelar PT BTI dengan tema “Tire Safety Campaign” itu, berlangsung dari 27 Juni hingga 5 Juli 2009. Selain menyediakan jasa pemeriksaan ban, pada acara ini juga disediakan layanan konsultasi tentang ban. Semuanya diberikan secara cuma-cuma.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi