6 Tips Praktis Pengereman Motor yang Aman untuk Hindari Kecelakaan
Reporter: Erwan Hartawan
Editor: Rafif Rahedian
Jumat, 17 Mei 2024 17:00 WIB
Sejumlah pemudik bersepeda motor melintas di Jalan Raya Kanci, Cirebon, Jawa Barat, Minggu, 7 April 2024. Pada H-3 lebaran 2024, arus lalu lintas di jalur Pantura terpantau ramai lancar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Kecelakaan motor yang diakibatkan oleh human error masih menjadi penyebab utama tingginya kecelakaan di Indonesia. Fakta tersebut menjadi masuk akal sebab 85 persen rumah tangga di Indonesia memiliki sepeda motor dan rutin menggunakannya dalam aktivitas harian.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun, sangat disayangkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mempraktikkan teknik berkendara dengan benar, terutama saat dihadapkan dengan situasi berbahaya. 

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan berkendara adalah dengan memilih sepeda motor yang sesuai dengan spesifikasi dan bobot yang tepat bagi penggunanya. 

Selain itu, penting juga untuk menguasai teknik pengereman yang benar karena juga menjadi aspek kunci agar terhindar dari resiko kecelakaan.

Temuan dari Korps Lalu Lintas Kepolisian (Korlantas) menunjukkan bahwa sebanyak 76 persen kasus kecelakaan di Indonesia melibatkan sepeda motor. Penyebab tertinggi kecelakaan tersebut  adalah karena kegagalan menjaga jarak aman dan kecerobohan saat berkendara, termasuk mengabaikan etika dan peraturan berkendara.

Demi mengurangi risiko kecelakaan, Suzuki memberikan beberapa tips praktis untuk pengereman motor yang aman. Berikut ulasannya:

1. Jaga posisi motor tetap lurus saat pengereman

Saat berkendara, berjaga-jagalah dan atur etika postur berkendara yang benar yaitu posisi duduk yang tegak dan rileks, serta kedua tangan memegang kendali pada stang kemudi dengan siku sedikit dibengkokkan agar memiliki kontrol lebih saat mengendalikan motor.

Saat dihadapkan dengan situasi tidak terduga dan memerlukan pengereman, jaga arah roda motor tetap berada pada keadaan lurus agar keseimbangan tetap terjaga dan memastikan traksi maksimal pada ban motor saat melakukan pengereman.

2. Jangan panik dan terapkan teknik pengereman berkala

Saat berhadapan dengan situasi darurat, ingat bahwa pengereman harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, menarik tuas rem depan disusul dengan tuas rem belakang dengan bertahap dan interval yang konstan. Itu dilakukan agar kecepatan motor menurun secara bertahap tanpa mengunci roda atau menghindari kampas rem menjadi panas.

3. Ketahui interval waktu untuk pengambilan keputusan di jalan

Menjaga jarak antar kendaraan sangat krusial untuk memberi waktu pengambilan keputusan pengereman yang baik. Pada umumnya, jarak pandang mata normal seseorang sejauh 30 m.

Jarak ini merupakan situasi ideal untuk dapat membaca, memprediksi, dan mengambil keputusan saat berkendara. Dalam kondisi jalan normal, seseorang dapat merespon kondisi mulai dari menangkap sinyal hingga melakukan pengereman (misalnya terhadap lampu merah dan anjuran lalu lintas).

Seringkali saat dihadapkan pada kondisi mengejutkan, seperti ada penyeberang dadakan atau kendaraan yang memotong arah, pengemudi butuh waktu lebih lama untuk mencerna sinyal bahaya, sekitar 1,5 detik dan memutuskan untuk melakukan pengereman pada detik berikutnya.

4. Sadar kondisi sekitar dan jaga jarak aman

Menurut TMC Polda Metro Jaya, semakin rendah kecepatan berkendara maka semakin kecil pula jaga arak yang harus diterapkan, begitu pula sebaliknya. Misalnya untuk kecepatan 30 km/jam maka jarak aman adalah 30 meter, sedangkan untuk kecepatan 80 km/jam maka jarak aman adalah 80 meter.

5. Pastikan kondisi tubuh prima

Kegagalan respons terhadap bahaya biasanya disebabkan oleh kondisi pengendara yang kelelahan. Demi menghindari kelelahan sebelum dan saat perjalanan, sebaiknya pengemudi melindungi diri dari cuaca dengan menggunakan setelan pakaian yang lengkap agar terhindar dari angin kecang.

6. Lakukan pemeriksaan ringan sebelum berkendara

Motor yang digunakan dalam aktivitas harian perlu perhatian berkala, khususnya pada alat kendali dan ban. Sebelum berkendara, lakukan tes pengereman depan dan belakang untuk memastikan tiap rem dapat menghentikan motor dengan baik saat melaju.

Selain itu setiap minggunya pemeriksaan tekanan dan tapak ban juga baik untuk dilakukan sehingga dapat mengantisipasi risiko. Pemilik motor juga dianjurkan untuk melakukan servis berkala motornya ke bengkel resmi yang dapat menjamin kualitas alat, teknisi, dan orisinalitas parts yang digunakan.

Pilihan Editor: Motor Listrik Cina Baru akan Masuk Indonesia, Merek Apa?

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi