Toyota Lengkapi Alphard dengan Navigation 2.0
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 4 Agustus 2009 14:15 WIB
TEMPO/Arnold Simanjuntak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah membekali Toyota Alphard dengan alat navigasi canggih Navigation 1.0, kini Toyota membekali mobil kelas medium dan premium generasi terbarunya dengan peralatan navigasi berbasis teknologi Global Positioning System (GPS) sebagai fitur standarnya. Piranti navigasi terbaru itu adalah Navigation 2.0.

“Toyota bisa dibilang pionir dalam melengkapi peralatan navigasi sebagai fitur standar di produk-produknya. Dan kami baru saja mengenalkan perangkat navigasi baru, yaitu Navigation 2.0,” tutur Anton Jimmy Suwandi Departmen Accessoris Head, PT Toyota Astra Motor, kepada Tempo di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Jimmy, selain Alphard, perangkat navigasi generasi terbaru yang diklaim lebih lengkap dan akurat itu saat ini juga ditawarkan pada pembeli Toyota Kijang Innova G, Toyota Hilux, serta Fortuner Toyota Racing Development sebagai pilihan (optional). Bila para pemilik mobil menginginkannya, alat ini dibanderol sekitar Rp 16.5 juta per unitnya.

Perangkat yang dibuat Toyota bekerja sama dengan tiga pabrikan yaitu, Panasonic untuk sistem audio video, serta Garmin, dan Tele Atlas untuk sistem pemetaan dan nagivasinya itu. Navigasi tersebut bukan sekadar alat penunjuk peta saja.

“Tetapi telah menjadi car entertainment karena telah dilengkapi perangkat audio video dengan fitur lebih canggih dan advanced. Kenapa? Karena di sini selain peta yang disajikan juga ada pemutar DVD, koneksi blue tooth, USB, MP3, iPod, dan beragam lainnya. Pokoknya all in function car entertainment,” papar Jimmy.

Sementara sebagai sebuah alat navigasi, Navigation 2.0 Toyota ini memiliki fitur utama, browse map. Fitur ini menyajikan peta secara menyeleruh di area yang tengah dilewati mobil yang dikemudikan, make own route yaitu menyajikan peta di sekitar area dimana mobil yang dikemudikan berada berikut rutenya.

Fitur lainnya yaitu variation destination searching yaitu menemukan daerah atau tempat yang menjadi tujuan sekaligus rute yang bisa ditempuh dari titik di mana mobil berada. Kemudian fitur toll booth alert. Cakupan area peta yang disajikan pun tak sebatas pulau Jawa semata, tetapi juga seluruh Sumatera dan Bali.

“Dan bila dibanding perangkat yang sama generasi sebelumnya, akurasi mencapai 15 meter dari obyek yang dituju dan ditunjukkan satelit. Data yang disajikan juga yang paling up date karena real time,” jelas Jimmy.

Lantas bagaimana dengan tingkat penerimaan gambar dari satelit bila mobil yang menggunakannya kacanya telah dilapisi kaca film yang menggunakan bahan metal? “Dari hasil tes yang kami lakukan, saat pertama kali alat ini dihidupkan, indikator sinyal hanya berkurang satu strip saja. Setelah itu berfungsi penuh. Karena alat ini juga telah memperhitungkan berbagai kendala, termasuk pengaruh kaca film yang berbahan metal,” terang Jimmy.

Sebelumnya, Troy Kurniawan, Brand Manager PT Solargard Indonesia Distributor Utama (distributor kaca film merek V-Kool di Indonesia), menyebutkan kaca film memang memiliki pengaruh terhadap daya terima perangkat sistem navigasi berbasis teknologi GPS. Pasalnya, kaca hampir semua kaca film menggunakan bahan metal yaitu emas, perak, titanium dan lain-lain.

“Karena secara teori dan teknologi, kaca film berfungsi untuk menolak transmisi sinar utltra violet serta sinar infra merah yang dipancarkan dari sinar matahari. Kalau sebuah perangkat navigasi GPS bekerja melalui gelombang elektromagnetik seperti halnya sinar infra merah, maka juga akan terganggu,” papar dia kepada Tempo.

Namun, kata Troy, bukan hanya kaca film saja yang berpengaruh pada gelombang GPS tetapi juga bodi mobil yang terbuat dari bahan logam, maupun area sekitar mobil berada. “Misalnya di basement gedung, disitu kan banyak sekali unsur metal. Sehingga peralatan GPS semestinya juga memperhitungkan factor-faktor ini,” terang dia.

Terlebih, keberadaan unsur metal pada kaca film adalah hal yang utama guna menolak transmisi sinar ultra violet dan sinar infra merah agar tak masuk ke kabin mobil. Di sisi lain, keberadaan unsure itu juga menahan hawa dingin yang dikeluarkan alat pendingin udara di mobil.

“Seperti produk kami, V-kool dilapisi metal emas, perak dan titanium, karena kami berusaha untuk menciptakan kondisi kenyamanan itu. Dan itu fungsi utama kaca film, kalau GPS barangkali optional bagi pemilik kendaraan,” ujar Troy.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi