Dua Pekan Jelang Lebaran, Penjualan Helm Mulai Meningkat  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 7 September 2009 15:28 WIB
TEMPO/Adri Irianto

TEMPO Interaktif,Jakarta: Dua pekan menjelang lebaran, penjualan helm pengaman kepala mulai meningkat rata-rata 25-30 persen. Helm yang paling banyak diminati adalah helm dengan kisaran harga Rp 100 - Rp 150 ribu.

helmHal itu diungkapkan pengamat industri helm, Johan Subekti. ”Kalau melihat tren dua bulan belakangan ini, ada kenaikan sebesar 25 – 30 persen. Apakah peningkatan ini karena ada kesadaran terhadap keselamatan atau bukan, yang pasti undang-undang lalu lintas mengharuskan pengemudi dan pembonceng memakai helm. Ini faktor utama,” ujar Johan saat dihubungi Tempo di Jakarta, Senin (07/09).

Namun, Johan memastikan penjualan terbanyak dialami oleh helm berharga Rp 100 – Rp 150 ribu. Hal ini dikarenakan tingkat daya beli masyarakat yang masih terbilang rendah. Meski demikian, permintaan ini akan bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah sepeda motor dan kenaikan jumlah pemudik, kata Johan yang pernah menjadi eksekutif di pabrik helm DMI tersebut.

Yang pasti, kenaikan penjualan telah dirasakan oleh penjual helm kelas menengah ke bawah. ”Kalau pada hari biasa, paling banter yang 6 sampai 10, mulai Jumat (04/09) kemarin meningkat menjadi 8 sampai 13 helm, ya 30 persen lah. Umumnya, membeli untuk persiapan mudik,” ujar Suhaemi penjaga toko helm Asco di kawasan Ciledug, Tangerang.

Suhaimi menyebut, dirinya menyediakan berbagai merek helm dengan berbagai tingkatan kualitas dan harga. Terlihat helm yang dipajang terdapat merek MRY, Takachi, IMV Star, Caberg, VOG, MAZ, MIX dan sebagainya. Helm-helm ini dibanderol pada kisaran Rp 100 – 200 ribu.

Selain itu juga terdapat helm KYT, INK, MDS, NHK dan lainnnya yang harganya diatas Rp200 ribu. ”Tetapi yang paling banyak dipilih helm dengan harga Rp 100 – Rp 150 ribu. Sebab, helm sekarang material sudah bangus, palagi sejak Maret lalu kan pemerintah menetapkan standar untuk helm (Standar Nasional Indonesia),” aku Suhaemi.

Hal serupa juga diakui oleh Rusdi, penjual helm kaki lima di kawasan, Jalan Panjang, Kebon Jeruk. Menurutnya, meski lebaran kali ini, ada peningkatan jumlah pemudik dengan sepeda motor namun ia tak merasakan ada peningkatan yang cukup berarti.

”Biasanya enam sampai delapan buah helm sekarang rata-rata delapan sampai sepuluh buah per hari. Kalau keuntungan ya ada peningkatan biasanya Rp60 – Rp100 ribu sekarang Rp160 – Rp200 ribu,” ujar Rusdi.

Rusdi mengaku helm yang ia jajakan adalah helm produksi industri rumahan. Harganya pun relatif miring ketimbang harga helm produksi pabrikan besar, yaitu antara Rp 40 – Rp 80 ribu. ”Tetapi ini tidak jauh beda dengan buatan pabrik, bedanya helm lain pakai merek ini tidak. Mereka ada iklan ini tidak, jadi harganya lebih miring, kualitas sama kok,” tandas Rusdi berpromosi.

Sementara itu, penjualan helm kelas satu belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Di gerai penjualan aksesoris dan perlengkapan otomotif di pusat perbelanjaan Puri Indah Mal misalnya penjualan belum menunjukkan peningkatan. ”Masih biasa saja,” aku salah seorang penjaga.

Di antara helm bermerek kelas satu yang ada di gerai itu antara lain, AGV, Shoei, NHK GP Tech dari bahan polycarbonate yang dibanderol Rp 350.000 serta berbahan fiber composite yang diperkuat kevlar dengan harga Rp 1 juta, dan NHK GP Tech berbahan dari kevlar yang dihargai Rp 1,8 juta.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan memperkirakan, secara nasional jumlah sepeda motor pada arus Lebaran 2009 naik 20 persen dibanding tahun lalu. Tak kurang dari 3,9 juta unit bakal melintasi jalur arus mudik pada tahun ini, sementara tahun lalu jumlah pemudik bermotor mencapai 3,3 juta unit.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi