Mazda Targetkan CX7 dan CX9 Terjual 480 Unit
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 22 Oktober 2009 21:04 WIB
Tempo/Tony Hartawan

MazdaTEMPO Interaktif, Jakarta:PT Mazda Motor Indonesia (MMI) mematok target Mazda CX-9 dan CX-7 terjual 480 unit per tahun atau masing-masing varian 20 unit saban bulannya. Hal itu ditegaskan, Yoshiya Horigome, Presiden Direktur PT MMI, di sela peluncuran Mazda CX 7 dan CX 9 di Jakarta, Kamis (22/10).

"Kami merasa yakin karena Mazda CX-7 dan CX-9 yang telah diperbarui ini telah menerima beragam penghargaan internasional. Selain itu, dengan pengembangan tambahan untuk memasuki level yang lebih tinggi, kedua varian ini semakin nyaman dan elegan sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen," ujar Horigome.

Sementara dari sisi mesin keduanya tak mengalami perubahan. Mazda CX-7 yang masih mengusung mesin 2.3L DISI dan Mazda CX 9 masi bermesin 3.7L V6. Namun, sejumlah fitur baru ditawarkan keduanya. Perangkat audio misalnya, CX 7 dibekali sembilan speaker Bose.

Sedangkan CX 9 sepuluh speaker. Kedua varian juga dilengkapi rear camera. Piranti itu gunanya untuk melihat posisi dan kondisi ruang di belakang kendaraan saat pengemudi akan memarkir mobil. Mazda CX-7 ditawarkan dalam lima pilihan warna, yaitu copper red mica, radiant ebony mica, alumunium metallic, brilliant black mica, dan chrystal white pearl mica.

Sedangkan pilihan warna yang ditawarkan pada CX 9 asalah, dolphin grey mica, stormy blue mica, alumunium metallic, briliant black mica, dan chrystal white pearl mica.

Ihwal harga, PT MMI menyebut CX-7 varian R dibandrol Rp 520 juta, varian GT dibandrol Rp 580 juta on the road DKI Jakarta. Sedangkan untuk varian CX-9 PT MMI membanderolnya Rp 800 juta on the road DKI Jakarta.

Khusus untuk CX 7, ada penurunan harga. Sebab sebelumnya varian ini dilepas pada harga Rp 597 juta on the road Jakarta.

Menurut Haryanto Djayaputra, Manajer Penjualan PT MMI, penurunan harga itu dilakukan karena varian ini mengalami perubahan pada sistem penggerak roda. Sebelumnya CX-7 berpenggerak 4x4, kini menjadi 4x2.

"Tentunya perubahan penggerak roda tersebut turut mempengaruhi besaran pajak pada varian tersebut, sehingga harganya bisa lebih murah," tutur dia.

ARIF ARIANTO | RAJU FEBRIAN

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi