Pasokan Terbatas, Penjualan Daihatsu Sirion Minim
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 18 Februari 2010 14:49 WIB
Daihatsu Sirion (www.netcarshow.com)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tak seperti varian Multi Purpose Vehicle (MPV) kecil andalannya yaitu Daihatsu Xenia yang membukukan penjualan terbesar di antara berbagai merek di pasar otomotif nasional selama Januari lalu, penjualan Daihatsu Sirion hanya 37 unit. Itupun untuk hanya tipe D 1.3 transmisi manual, sementara tipe D 1.3 otomatis masih nol.

Namun, menurut Kepala Divisi Penjualan Domestik PT Astra Daihatsu Motor (PT ADM) Elvina Afny, kecilnya angka penjualan bukan berarti varian hatchback ini tidak diminati konsumen, tetapi karena pasokan dari Malaysia yang terbatas.

Selain itu, PT ADM juga akan melakukan terobosan dengan menawarkan Sirion edisi terbatas dan memperkuat positioning produk. “Di Malaysia Sirion cukup laris per tahun rata-rata penjualannya mencapai 7.000 – 8.000 unit, sehingga pasokan ke kami juga terbatas, sebelumnya 50 unit per bulan, tetapi awal tahun ini antara 30 – 40 unit,” tutur Elvina saat dihubungi di Jakarta, Kamis (18/2).

Seperti diketahui, sejak diluncurkan April 2007, Sirion masih diimpor dari Malaysia. Sejak itu pula, menurut cacatan PT ADM, rata-rata permintaan Sirion mencapai 225 unit. Bahkan sejak dilakukan perubahan tampilan dengan positioning untuk kalangan usia muda pada Mei 2008, permintaan rata-rata per bulan meningkat menjadi 300 unit.

“Tetapi pasokan memang sedikit, sehingga realisasi penjualan juga rata-rata antara 50 – 70 unit. Kami saat ini tengah mengajukan untuk penambahan pasokan,” tambah Elvina. Sepanjang 2009 lalu, Sirion mencatatkan penjualan sekitar 700 unit.

Namun Elvina tak menampik persaingan di pasar hatchback ini memang sangat ketat. Honda Jazz, Toyota Yaris, dan Suzuki Swift masih menguasai penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut sepanjang Januari lalu Jazz terjual 2.275 unit, Yaris 1.195 unit, dan Swift 336 unit. Sementara Sirion 37 unit.

Sementara itu pengamat pemasaran otomotif Abiyoga Nursanpratama menilai, selain terlambat memasukkan produk ke Indonesia, Daihatsu juga tidak pas dalam melakukan positioning produk.

“Produk ini masuk, pada 2007, ketika produk lain posisi di pasar sudah kuat dengan positioning yang pas. Jazz dan Yaris misalnya, sudah begitu kuat, disusul Suzuki Swift. Nah ketika Sirion masuk dengan mesin 1.300 cc atau lebih kecil dengan harga yang tidak terpaut jauh,” tutur Abi.

Harga Sirion tipe D 1.3 manual misalnya sekitar Rp 147, 4 juta dan model transmisi otomatisnya Rp 157,5 juta. Sementara Honda Jazz manual mulai Rp 196 – Rp 212 juta dan transmisi otomatis mulai Rp 206 – Rp 222 juta.

“Sejak awal, keduanya juga melakukan positioning yang pas sebagai kendaraan orang muda perkotaan yang memiliki kesibukan padat. Dan positioning ini dibangun secara intensif,” papar Abi.

Dia menilai upaya yang dilakukan Daihatsu untuk memperkuat positioning Sirion sebagai kendaraan anak muda dengan menggelar lomba slalom sejak 2008 lalu cukup tepat. Hanya saja, sebutnya, intensitas komunikasi upaya positioning ini perlu ditingkatkan dan diperjelas.

“Ajak konsumen untuk berpikir secara rasional, artinya kalau mau membandingkan konsumen harus melakukan apple to apple, Sirion adalah bermesin 1.300 cc dengan harga segini, bandingkan dengan mobil sejenis dengan kapasitas yang sama. Tetapi jangan lupa harga Sirion juga harus rasional,” tandas dia.

Terlebih, imbuh Abi, secara teknis mesin Sirion belum tentu kalah untuk di kelas yang sama. Bahkan citra merek mobil ini juga cukup kuat. “Daihatsu cukup punya posisi di benak orang Indonesia, brandnya cukup bagus,” sebut dia.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi