Harga Karet Naik, Bridgestone Akan Kerek Harga Ban
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 22 Februari 2010 12:04 WIB
formula1.about.com
TEMPO Interaktif, Jakarta - Seiring dengan tren meningkatnya harga karet alam di pasar dunia dan penguatan dolar, produsen ban PT Bridgestone Indonesia berancang-ancang menaikkan harga jual produknya. Meski belum ditetapkan besarannya, diperkirakan kenaikan harga berkisar 10 persen.

“Kalau melihat tren harga karet alam yang ada dan dolar, kemungkinan kenaikan harga pasti ada. Saat ini kami sedang mempelajarinya. Ya kemungkinan pada kuartal pertama ini atau bulan pertama kuartal kedua,” tutur John Arsyad, Direktur Pemasaran PT BI, kepada Tempo di Jakarta, Senin (22/2).

Menurut John, harga karet alam dalam total biaya produksi mencapai 25- 30 persen. Sedangkan bahan-bahan lainnya, hampir 60 persen diimpor. Oleh karena itu, tren fluktuasi dolar terhadap rupiah saat ini juga menjadi perhatian PT BI untuk menentukan harga yang baru.

Kendati kemungkinan besar akan menaikkan harga jual produknya, PT BI tetap optimistis penjualan tahun ini akan terus bertumbuh. “Selama dua bulan pertama tahun ini (Januari – Februari) sudah ada pertumbuhan 10 persen dibanding periode sama tahun lalu. Ini awal yang bagus tentunya untuk mencapai target pertumbuhan 20 -30 persen tahun ini,” papar John.

Tahun lalu, total penjualan ban Bridgestone di pasar ritel (after market) mencapai 450 ribu unit. Sedangkan di pasar industri mobil untuk original equipment manufacturer (OEM) mencapai 250 ribu.

Seperti diketahui, November 2009 harga karet alam Indonesia mulai meningkat rata-rata US$ 2,5 atau sekitar Rp 242 per kilogram, dan naik lagi menjadi US$ 2,9 atau sekitar Rp 280 ribu per kg. Bahkan pada Januari – pertengahan Februari 2010, harga karet alam telah menyentuh US$ 3 atau sekitar Rp 285 ribu per kg.

Sementara tiga negara produsen terbesar karet alam yaitu Malaysia, Indonesia, dan Thailand yang tergabung dalam Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) menegaskan mematok harga karet alam pada tahun ini di kisaran US$ 2,8 – US$ 3 per kilogram. Ketiganya juga menegaskan akan mengontrol pasokan karet alam ke pasar untuk mempertahankan harga tersebut.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi