Penjualan Kawasaki Sepanjang Februari Naik Tipis  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 11 Maret 2010 01:31 WIB
Dok: Kawasaki
TEMPO Interaktif, Jakarta - Perlahan tapi pasti. Itulah gambaran kinerja penjualan PT Kawasaki Motor Indonesia (PT KMI). Sepanjang Februari lalu, total penjualan seluruh model yang dipasarkan oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Kawasaki di Indonesia itu mencapai 6.777 unit atau meningkat 498 unit dibanding penjualan Januari yang sebesar 6.279 unit.

Penjualan terbesar sepanjang bulan kedua di 2010 itu dibukukan oleh model KLX 150 C. “Penjualan model ini pada Januari tercatat 809 unit, sedangkan pada Februari menjadi 1.588 unit. Model lain yang mencatat penjualan terbesar adalah KR 150K dengan 1.209 unit,” papar Freddyanto Basuki, National Sales & Marketing Manager PT KMI kepada Tempo, di Jakarta, Rabu (10/3).

Freddy menyebutkan, untuk tahun ini pihaknya mematok target penjualan 100 ribu unit. Dari angka itu, 70 ribu adalah model sport dan 30 ribu sisanya varian bebek. Untuk menggenjot penjualan sehingga target itu tercapai, PT KMI sepanjang 2010 ini telah dan akan meluncurkan beberapa model baru.

Bila akhir Januari lalu ATPM ini meluncurkan varian bebek Kawasaki Edge, maka pada pertengahan tahun ini model sport seperti Kawaski ZX-6E dan Kawasaki ER-6 juga dijadwalkan hadir di pasar motor nasional. Jadwal kehadiran keduanya di luar jadwal peluncuran Kawasaki D-Tracker 150 yang rencananya diluncurkan pada Juni mendatang.

“Pada prinsipnya untuk model ER6 tersebut sedang dalam proses, karena kami selalu mengutamakan kualitas serta keingin masyarakat Indonesia . Saat ini kami tengah melakukan tes terhadap model itu,” tandas Freddy.

Ihwal harga untuk Kawasaki ER-6 itu, Freddy menyebut sekitar Rp 110 juta. Sedangkan untuk ZX-6E yang diimpor secara utuh dari Thailand juga sudah siap diboyong ke tanah air. Hanya, untuk kedua model itu PT KMI masih akan mempelajari besaran pajaknya sehubungan penerapan tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang baru.

“Yang pasti, kami akan memberikan model yang terbaik untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen,” akunya.

Sementara itu, data yang dilansir Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (AISI) menyebut sepanjang 2009 lalu, Kawasaki membukukan penjualan 61.217 unit atau 1,04 persen dari total pasar motor di Indonesia.

Ihwal pangsa pasar itu, Freddy mengatakan pihaknya tidak memasang target muluk-muluk, tetapi berusaha untuk memperkuat citra sebagai pengusung motor sport yang diakui kualitasnya. Bila itu terjadi maka penetrasi pasar akan jauh lebih mudah.

Menanggapi hal itu, pengamat pemasaran otomotif Abiyoga Nursanpratama mengatakan, strategi yang digunakan PT KMI sudah tepat. “Sebab positioning dan brand image Kawasaki selama ini adalah pabrikan motor sport. Tinggal bagaimana memperbesar awareness konsumen terhadap positioning dan produk Kawasaki itu,” tuturnya kepada Tempo.

Selain meningkatkan komunikasi produk, Kawasaki juga harus memperluas jaringan serta menambah varian produk. “Fokus ke satu produk itu bagus, artinya ada satu produk unggulan yang menjadi backbone. Tetapi untuk memperbesar volume Kawasaki juga harus memperbesar varian produk, bebek misalnya. Kalau kemarin meluncurkan Edge itu bagus,” sebut Abi.

Segmen bebek, menurut Abi saat ini dan beberapa tahun mendatang masih akan menempati porsi terbesar dari total penjualan motor di tanah air. Pasalnya motor jenis ini bisa digunakan di segala medan baik kota maupun pedesaan dengan jalanan naik turun dan berlubang.

“Tetapi kalau skuter matik, kurang sesuai untuk pedesaan. Bebek tahun ini masih sekitar 51- 55 persen dari total penjualan. Kalau sport mungkin volumenya kecil tetapi nilainya tinggi,” tandas dia.

ARIF ARIANTO

#Sepeda Motor

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi