Nissan Indonesia Belum Tetapkan Waktu Produksi Mobil Murah  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 26 Maret 2010 11:11 WIB
Logo Nissan (REUTERS/Toru Hanai)
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Nissan Motor Indonesia (PT NMI) hingga masih belum menetapkan target waktu untuk memproduksi mobil murah dan ramah lingkungan di Indonesia. Selain mempersiapkan persyaratan kandungan lokal juga mempelajari potensi pasar mobil kategori itu.

“Terus terang, kalau ditanya kapan mulai produksi, kami belum punya rencana apalagi target waktu. Kalau keinginan pasti ada, tetapi untuk mewujudkan itu kami tidak ingin gegabah, selain komponen lokal faktor pasar sangat menentukan,” papar Teddy Irawan, Direktur Pemasaran PT NMI kepada Tempo di Jakarta, Jumat (26/3).

Soal pemasaran misalnya, Teddy mengaku pihaknya mempunyai pengalaman yang kurang bagus dalam memproduksi mobil murah, Kancil. Mobil berharga sekitar Rp 30 juta itu ternyata tidak laku di pasar.

“Kancil itu kan mobil murah, ternyata nggak laku juga. Pengalaman ini tentu akan menjadi pertimbangan kami. Kalau hanya memproduksi saja, saya kira semua pabrikan bisa tetapi untuk pemasarannya akan menjadi pertimbangan tersendiri,” aku dia.

Insentif dari pemerintah kepada pembeli mobil murah yang ramah lingkungan akan menjadi pendorong kegairahan pasar mobil murah di Indonesia. Potongan pajak atau subsidi harga misalnya.

“Kebijakan seperti itu telah dilakukan oleh pemerintah Cina kepada pembeli mobil bermesin kecil yang ramah lingkungan. Hasilnya mobil produksi lokal berharga murah disana laku keras,” terang Teddy.

Menurut dia, produksi mobil murah di Indonesia tidak saja akan memberikan kesempatan kepada masyarakat berpenghasilan kecil untuk memiliki mobil tetapi juga akan mendorong perkembangan sektor industri nasional. Walhasil , Indonesia tak lagi sekadar menjadi pasar bagi mobil dari luar negeri tetapi juga menjadi produsen.

Sebelumnya, Kamis (25/3) usai menerima kunjungan Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia Takayuki Kimura, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pemerintah membuka kesempataan ke semua prinsipal untuk memproduksi mobil murah. "Silakan ajukan proposal, kita akan seleksi sesuai keinginan Indonesia,” kata dia.

Soal harga mobil kategori itu, harga jual mobil tersebut berada di kisaran Rp 70 juta sampai 80 juta per unit. "Dan memiliki kandungan lokal 60 sampai 70 persen,” tutur Hidayat.

Kimura, kata Hidayat, juga menyatakan niat PT NMI untuk memproduksi mobil murah yang ramah lingkungan. “Soal komitmen, kami dari dulu sudah memiliki. Contohnya mobil Kancil itu. Tetapi soal kapan waktunya, kami belum bisa mengatakan, apalagi model apa yang akan diproduksi,” imbuh Teddy Irawan. ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi