Genjot Penjualan, Toyota Obral Diskon di Amerika
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 7 April 2010 13:16 WIB
Suasana di perakitan mobl Toyota Venza di Georgetown, Kentuky (11/11). Pabrik Toyota terbesar di Amerika Utara itu akan merakit 70.000 Venza setahunnya. Foto: AP/James Crisp
TEMPO Interaktif, New York - Setelah diterpa badai isu penarikan 8,5 juta unit produknya, Toyota Motor Corporation berupaya untuk mengembalikan kinerja penjualannya yang sempat melorot. Kini, pabrikan asal Jepang itu melakukan obral diskon di Amerika Serikat.

Seperti dikutip automotivenews, raksasa otomotif dunia itu menawarkan pembiayaan tanpa bunga, diskon dengan besaran tertentu untuk pembelian model tertentu Toyota, hingga fasilitas perawatan bebas biaya hingga dua tahun.

"Kami memperpanjang program pemeliharaan dua tahun gratis, yang terbukti sangat populer dengan pemilik Toyota yang ada di bulan Maret, untuk semua pembeli di bulan April," kata Bob Carter, Vice President and General Manager Sales Toyota Amerika, Selasa (6/4) waktu setempat.

Insentif berupa pembiayaan nol persen selama lima tahun diberikan kepada konsumen yang membeli Toyota Camry 2010, Avalon, Corolla dan Matrix, Highlander, Sport Utility Vehicle RAV 4, serta Pick up Toyota Tundra. Toyota menyebut bagi calon konsumen yang memenuhi syarat bisa langsung mengajukan pembiayaan dan program ini hanya berlangsung hingga 3 Mei mendatang.

Sebelumnya, data yang dilansir Autodata – lembaga penelitian penjualan otomotif di Amerika Serikat- menyebutkan sepanjang 2009, penjualan Toyota di negeri itu melorot 20 persen atau 1,77 juta dibanding 2008.

Sepanjang 2009 penjualan produk asal Jepang itu 10,4 juta unit. Tahun ini Toyota mematok target penjualan 11,5 juta unit atau meningkat 10,5 persen di pasar negara yang dipimpin Barack Obama itu.

Namun, tawaran insentif berupa obral diskon dan pinjaman tanpa bunga itu diumumkan beberapa hari sebelum pengumuman pihak berwenang Negeri Abang Sam yang memutuskan memberi denda US16,4 juta. Denda yang diumumkan oleh Menteri Transportasi Amerika Serikat, Ray LaHood, Senin (5/4) itu sebagai sanksi kepada Toyota yang dinilai lamban dalam menangani persoalan sistem rem dan pedal gas yang tak beres pada produknya.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi