Toyota Siap Produksi Mobil Listrik
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 21 Mei 2010 11:45 WIB
AP/Seth Wenig
TEMPO Interaktif, Tokyo:Toyota Motor Corporation (TMC) kini tengah bersiap mengembangkan mobil listrik. Bahkan, pabrikan asal Jepang itu akan bersaing dengan pabrikan yang sama-sama bersala dari Negeri Matahari Terbit, Nissan Motor.

Pabrikan yang terakhir itu, akhir-akhir ini gencar mempromosikan model andalannya – mobil listrik Nissan Leaf – ke berbagai belahan dunia, bahkan Carlos Goshn, Chief Eksekutif Officer Nissan telah mengumandagkan tekad untuk menjadi produsen mobil listrik terbesar di dunia.

Seperti dikutip autonews.com, Jumat (21/5), Toyota Amerika mengumumkan, akan menggelontorkan investasi sebesar US$ 50 juta atau sekitar Rp 460 miliar ke pabrikan mobil sport listrik Tesla. Toyota akan membeli saham pabrikan itu, saat perusahaan tersebut melakukan penawaran perdana saham (Initial Public Offering) di bursa.

“Beberapa dekade lalu, Toyota juga lahir sebagai usaha kerjasama ventura . Karena itu, bermitra dengan Tesla , harapan kami semua karyawan Toyota mampu mengambil semangat kerjasama itu dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” papar Akio Toyoda, Chief Executive Officer Toyota.

Sementara dengan kerjasama itu, Tesla akan mendapatkan manfaat dari Toyota yaitu akses terhadap sumber teknologi mesin maupun ke pemasok komponen yang selama ini memasok Toyota . Sedangkan Toyota memperoleh keuntungan berupa kecepatan pengembangan produk – mobil listrik- dengan cepat.

Sementara itu, Jeremy Anwyl, Chief Executive Officer Edmunds.com, peneliti di Santa Monica, California menilai langkah Toyota itu merupakan strategi untuk meningkatkan citra Toyota, paska badai penarikan produk awal tahun ini.

Namun, untuk baterai motor listrik , Toyota masih menggunakan teknologi sebelumnya yaitu baterai dari bahan nikel hidrida yang selama ini digunakan di motor listrik Toyota Prius hybrid. Adapun Tesla menggunakan baterai paling anyar yang dimilikinya, yaitu dari bahan ion lithium.

"Kerjasama ini menguntungkan kedau belah pihak, khususnya Toyota , khususnya untuk meminimalkan dampak politik akibat penutupan pabrik NUMMI. ( Toyota ) memperoleh keuntungan memproduksi mobil listrik baru dengan investasi kecil,” papar dia.

Hanya sayang, hingga saat ini belum ada keterangan resmi kapan mobil listrik produk kongsi itu akan dipasarkan. Begitu pun dengan wilayah yang akan disasar untuk menjajakan produk tersebut.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi