Subaru Akan Luncurkan Mesin Boxer Irit Bahan Bakar  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 1 September 2010 18:59 WIB
Subaru. caranddriver.com

TEMPO Interaktif, Tokyo - Produsen mobil asal Jepang, Fuji Heavy Industries (FHI) , yang juga merupakan perusahaan induk merek Subaru saat ini tengah mengembangkan mesin baru Boxer empat silinder. Mesin yang mulai diperkenalkan akhir 2010 ini, diklaim lebih irit bahan bakar 10 persen ketimbang mesin yang ada saat ini.

Memang, belum ada penjelasan resmi dari FHI ihwal spesifikasi mesin tersebut. Namun, menurut sumber yang dikutip Nikkei Sangyo, Rabu (1/9), mesin itu memiliki kapasitas 2.000 - 2.500 cc.  "Mesin yang menekankan pada efisiensi bahan bakar itu akan menggunakan transmisi continously variable transmission (CVT)," aku sumber itu.

Mesin itu menggunakan sistem pengabutan bahan bakar dengan sistem injeksi langsung dan telah dilengkapi peranti turbocharger. "Mesin itu bisa jadi salah satu atau setidaknya berdasar platform salah satu mesin dari model Subaru Hybrid Tourer Concept yang dipamerkan di gelaran Tokyo Motor Show 2009 lalu," kata sang sumber.

Subaru saat ini memang tengah berjuang keras untuk mengembangkan mesin yang hemat bahan bakar, khususnya di model berpenggerak empat roda.  Pasalnya, model ini dikenal menyerap tenaga lebih besar.

Salah satu mesin model Subaru yang diupayakan untuk lebih irit bahan bakar adalah, WRX 8 yang menggunakan sistem penggerak empat roda. Mesin model ini mengkonsumsi 10,4 liter bahan bakar untuk 100 kilometer jarak yang ditempuh. Sedangkan pesaing kuatnya, Volkswagen Golf GTi , hanya mengkonsumsi 7,7 liter jarak tempuh yang sama.

Dari sisi kecepatan akselerasi Subaru WRX memang lebih cepat satu detik ketimbang pesaingnya itu. Tercatat WRX mampu berakselerasi dari posisi diam (0 kilometer per jam.kpj) ke kecepatan 100 kpj hanya dalam tempo 5,9 detik, sementara VW Golf GTi 6,9 detik.Namun, bagi Subaru akan lebih sempurna bila kecepatan akselerasi itu dilengkapi dengan kemampuannya menghemat bahan bakar.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi