Mobil Terendam Banjir, Lakukan Beberapa Langkah Ini  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Minggu, 21 November 2010 18:13 WIB
Sejumlah mobil menerobos banjir yang menggenangi Jalan Yos Sudarso, Jakarta. Dok.TEMPO/ Tony Hartawan
Iklan
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Hujan diprediksi bakal terus mengguyur. Diperkirakan Desember nanti curah hujan bakal bertambah. Seperti kata para tetua di kampung, Desember adalah akronim dari gede – gedenya sumber (air). Pasalnya, saat itulah hujan begitu derasnya akan terjadi.

Akibatnya bisa ditebak. Kemungkinan banjir pun sangat besar. Bagi pemilik kendaraan yang saban hari menggunakan kendaraannya untuk beraktivitas, banjir memiliki risiko besar bagi kendaraan. Semua komponen bisa tak berfungsi dibuatnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bila mobil Anda terendam, tak perlu panik. Yang penting Anda tahu cara mengatasinya, baik saat mobil terjebak banjir dan setelah banjir reda.

Nandang Yusirwan, Service Advisor Anugerah Motor, Ciledug, Tangerang, Ahad (21/11) berbagi tips untuk Anda.

Berikut tipsnya:

A. Saat air/banjir merendam mobil :

1. Bila ketinggian air tiba-tiba bertambah dan merendam mobil hingga kap mesin, jangan panik. Langkah yang harus segera Anda lakukan adalah melepas kabel aki di terminal plus. “Ini mengantisipasi terjadi hubungan arus pendek yang berpotensi menyebabkan kacaunya sistem kelistrikan dan perangkat elektronik di mobil,” kata Nandang.

Bila ingin memindahkan mobil jangan sesekali menghidupkan mobil. Minta tolonglah anggota keluarga, tetangga, atau siapa saja yang berada di dekat lokasi banjir untuk mendorongnya.

Menghidupkan mesin sangat berisiko terjadinya hubungan arus pendek kelistrikan. Bila air masuk ke air intake maka mesin akan rusak. Terlebih bila air masuk ke ruang bakar, maka connecting rod akan bengkok saat Anda menghidupkan mesin.

Kemungkinan lain crankshaft akan patah saat terjadi kompresi di setiap silinder.

2. Jangan gunakan rem tanganSetelah memindah mobil ke tempat yang lebih aman, ganjalah roda dengan batu, balok, atau benda lainnya yang bisa anda jangkau dan kuat menahan mobil. Tujuannya, agar mobil tidak tergelincir atau terseret air.

Satu hal yang perlu Anda ingat, jangan pernah berpikir untuk menggunakan rem tangan. Pasalnya, cara itu akan menyebabkan kanvas rem lengket ke brake drum begitu air banjir menyusut dan mobil mulai kering.

“Bila Anda paksakan untuk menjalankan mobil dengan kondisi rem lengket, maka kemungkinan mobil akan tiba-tiba lompat. Tentu sangat berbahaya,” ujar Nandang.

Anda juga tidak disarankan menggunakan peranti transmisi dengan mengkondisikan persneling pada posisi gigi satu. Selain akan merusakkan gigi transmisi, juga akan menyebabkan kanvas persneling cepat aus.

B. Proses pemulihan setelah terendam banjir

1. Lakukan pengeringanLangkah pertama setelah air banjir surut adalah melakukan pengeringan beberapa bagian dan komponen mobil, lepas kemudian semprot dengan angin dari kompresor angin. Bila Anda tak memiliki kompresor bisa menggunakan pengering rambut atau hair dryer.

Beberapa komponen yang wajib diperiksa dan dikeringkan adalah busi, saluran angin, saringan angin, karburator, coil, delco, alternator, dinamo starter, V-belt, serta seluruh rangkaian kabel.

2. Jangan berspekulasi dengan oliSetelah pengeringan bagian tersebut rampung. Langkah selanjutnya adalah memeriksa oli mesin untuk memastikan apakah oli tercampur dengan aiar atau tidak akibat rembesan air yang merendam mesin.

Cara memeriksa oli adalah dengan melihat batang pengukur oli yang ada di mesin dan kerap kita gunakan untuk melihat kondisi oli. Bila warna oli tak hitam seperti biasa, tetapi sudah kecoklatan maka bisa dipastikan oli telah tercampur air.

Terlebih bila ukuran volume oli yang ada di tangkai menunjukkan tingkat ketinggian oli melebihi dari ukuran yang semestinya. “Karena berat jenis oli atau minyak lebih ringan ketimbang air, sehingga cairan itu akan terangkat naik bila ada air yang masuk. Akhirnya oli seolah bertambah jumlahnya."

3. Kuras mesin dang anti oliBila ternyata oli kemasukkan air atau Anda masih ragu dengan pemeriksaan Anda, jangan berspekulasi mengambil risiko, lakukan segera pengurasan mesin dan ganti oli. Buka baut dibawah mesin dan buka lubang pengisian, serta lepas saringan oli.

Setelah oli di mesin telah habis terkuras, jangan lupa semprot dengan angin melalui kompresor. Bila Anda tidak memiliki kompresor bisa menggunakan pompa angin, hingga oli dan air benar-benar terkuras.

Selesai? Belum. Agar air benar-benar habis di dalam mesin, maka isilah mesin dengan oli yang larut dalam air. Untuk mendapatkan oli ini tidak sulit, karena hampir semua gerai oli atau bengkel menyediakannya.

Biarkan oli jenis ini di mesin hingga dua jam. Setelah itu, dorong mobil dengan posisi gigi di tingkat percepatan dua. Tetapi jangan sampai mesin benar-benar hidup, karena itu cabut kabel koilnya.“Agar komponen mesin bergerak tetapi mesin tetap mati. Sehingga air yang menyelinap di sela-sela komponen mesin keluar,” ujar Nandang.

Setelah itu lakukan pengurasan lagi, hingga mesin benar-benar kering. Jangan lupa, bila ragu dengan filter oli maka gantilah dengan yang baru. Bila itu rampung dikerjakan, segeralah isi mesin dengan oli yang baru.

4. Kuras tangki bahan bakarLangkah ini juga tak kalah penting. Sebab, bahan bakar yang tercampur air tak hanya merusakkan komponen mesin ketika ikut bahan bakar masuk ke ruang bakar, tetapi menyebabkan mobil mogok di tengah jalan.

Cara melakukan pengurasan tangki bahan bakar tidak sulit. Cukup dengan memasukkan selang kecil hingga ke dasar tangki dan hisap dengan mulut hingga bahan bakar keluar mengalir hingga habis. Bila masih merasa kurang yakin, maka lakukan penyedotan lagi.

Ingat, berat jenis air lebih besar ketimbang bahan bakar (baik bensin maupun solar). Sehingga, bila dua zat itu bercampur maka air akan berada di bawah. Lantaran itulah, lakukan penyedotan hingga terasa kering dan tak ada lagi sisa cairan di tangki.

Setelah tangki benar-benar kering, isilah dengan bahan bakar yang baru. Ini untuk menghindari kemungkinan masih bercampurnya unsur air di bahan bakar yang ada.

Jangan lupa, lepas saringan bahan bakar. Hisap bahan bakar yang kemungkinan masih ada sebelum masuk ke injektor. Bagi mobil yang menggunakan karburator, buka baut floater dan buang bahan bakar yang masih tersisa.

Bila pengeringan sistem kelistrikan, oli, dan bahan bakar selesai dilakukan. Maka jangan buru-buru mengaktifkan mesin. Tunggu satu hingga dua jam.

5. Keringkan beberapa bagian dan panel mobilSembari menunggu proses pemulihan di bagian mesin, oli, dan bahan bakar lakukan pemeriksaan lampu, wiper, klakson, dan sebagainya. Begitu pula dengan door trim, karpet dek, serta jok .

Keluarkan karpet dan lepas sarung jok kemudian cuci dan jemur. Pada saat bersamaan pelasis dek (lantai) mobil dan keringkan dengan vacuum cleaner. Buka pintu mobil keempat (kelima mobil tersebut hatchback) selama proses pengeringan.

6. Setelah proses tersebut selesai, lakukan mengaktifkan mesin mobil. Bila mesin telah aktif, dengarkan dengan seksama apakah ada bebenunyian atau suara aneh dari dalam mesin. Bila iya, jangan diteruskan, karena masih ada bagian yang tidak beres di mesin.

7. Cek sistem injeksi dan ECUBila mobil anda telah menggunakan Electronic Fuel Injection (EFI), sebaiknyamelakukan pengecekaan apakah masih ada permasalahan di peranti tersebut di bengkelresmi, karena bengkel memiliki alat analisa yang canggih.

Begitu pula dengan peranti Electronic Control Unit (ECU). Pastikan peranti itu tidak mengalami kerusakkan.

ARIF ARIANTO 

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi