Gubernur DIY Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X (kiri), Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla, dan Presiden Direktur PT Toyota Astra Toyota Johnny Darmawan di Yogyakarta, Sabtu (11/12). (Dok. TAM)
Kehadiran truk berkapasitas 2 ton ini bagian dari pelaksanaan program pemulihan dini penanggulangan bencana Merapi yang dicanangkan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Kepatihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (11/12) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowono X, perwakian Gubernur Jawa Tengah, sejumlah donatur PMI, dan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan.
Pengadaan 25 truk tanki tersebut adalah hasil penggalangan dana yang dilakukan PMI, termasuk yang berasal dari sumbangan keluarga besar Toyota Indonesia.
"Kehadiran truk 2 ton ini bisa diharapkan lebih memudahkan relawan PMI untuk mendistribusikan air bersih ke lokasi yang selama ini sulit terjangkau, karena kendaraan ini terkenal tangguh beroperasi di medan off road seperti di daerah terkena bencana," kata Johnny Darmawan dalam keterangan persnya.
Dengan masuknya 25 truk tanki Toyota Dyna, PMI kini mengoperasikan 34 unit truk tanki air, 10.000 unit tandon air, 9 (sembilan) alat produksi air, 40 alat penyemprot air (sprayer), dan 25 pompa air penguras sumur (well spraying).
Menurut Jusuf Kalla, pengadaan air dan sanitasi ini sangat diperlukan mengingat minimnya air bersih yang menjadi kebutuhan dasar warga korban Merapi akibat rusaknya sumber-sumber air oleh letusan Merapi. "Banyak sumur atau sumber air masyarakat yang rusak sehingga masyarakat kehilangan sumber air mereka. Oleh karena itu PMI berupaya menyediakan air bersih yang merupakan kebutuhan dasar mereka sehari-hari," katanya.
Pelayanan air dan sanitasi PMI selama masa pemulihan dini rencananya akan berlangsung selama 3 bulan. Pelayanan air dan sanitasi ini akan menjangkau Kabupaten Sleman DIY dan Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Magelang di Jawa Tengah.
Setiap harinya PMI akan memproduksi air bersih sebanyak 150 ribu sampai 500 ribu liter air. PMI juga menargetkan tidak kurang dari 3.000 sumur yang akan dibersihkan dengan bantuan alat penyemprot air, pompa air penguras sumur, dan 50 ribu buah cangkul.
Selain pelayanan air dan sanitasi ini, di fase pemulihan dini ini PMI juga melanjutkan pelayanan dukungan psikososial (psychosocial support program-PSP) untuk mengatasi trauma korban bencana dan pelayanan kesehatan keliling dengan memobilisasi 5 (lima) kendaraan mobil klinik.
RAJU FEBRIAN




