Tren Modifikasi 2011, Retro Klasik dan Sport Futuristik  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Sabtu, 1 Januari 2011 14:00 WIB
Black Phantom Cruiser Modification
TEMPO Interaktif, Jakarta -Tren modifikasi sepeda motor di tanah air pada 2011 akan didominasi konsep sport futuristik dan retro klasik.

“Kecederungan dua konsep modifikasi itu sejatinya telah nampak dalam tiga tahun terakhir. Namun, konsep itu akan semakin menguat pada 2011 ini,” tutur Amirul Nefo, pengamat modifikasi yang juga pengajar di Fakultas Desain Produk dan Seni Rupa, Institut Teknologi Nasional Bandung, saat dihubungi, Sabtu (1/1).

Tren modifikasi yang mengarah pada dua konsep tersebut juga tak lepas dari pengaruh perkembangan modifikasi dunia. Terlebih, pada saat yang bersamaan ketersediaan suku cadang dan aksesori untuk modifikasi itu juga melimpah di pasar.

“Tren di beberapa negara yang selama ini menjadi kiblat juga mengarah ke dua konsep tersebut,” kata Nefo.

Gaya retro klasik digemari bukan sekadar ingin bernostalgia dengan romantisme masa lalu, namun juga untuk mengekspresikan cita rasa seni dan kreativitas yang dipadu dengan kecanggihan teknologi. Sehingga, meski bergaya retro klasik, tetap kental dengan teknologi canggih.

“Instrumen cluster dan headlamp misalnya bisa saja menggunakan bentuk klasik tetapi berteknologi modern,” sebut Nefo.

Adapun gaya sport futuristik di usung, selain karena banyaknya varian sport yang digelontorkan pabrikan ke pasar juga sebagai perwujudan dari perkembangan teknologi terkini. Teknologi digital dan ragam peranti gadget yang terus berkembang akan diaplikasikan di motor sport buah modifikasi. bergaya ini

“Selain itu para modifikator juga mendapatkan kemudahan berkat desain motor sport baru, khususnya yang bermesin 250 – 600 cc, yang naked (terbuka),” kata Valen 'Baron' Trisandi, modifikator B&B BlastMod, Karawaci, saat dihubungi.

Banyaknya pasokan motor sport berkapasitas mesin besar itu dinilai juga semakin memudahkan para modifikator untuk berkreasi. Pasalnya, mereka tak perlu melakukan bore up mesin guna memperbesar tenaga agar sesuai dengan tampilan motor baik yang bergaya sport futuristik maupun retro klasik.

Kendati mengusung konsep retro dan sport bergaya canggih, motor hasil modifikasi tersebut bisa dikendarai untuk menunjang kegiatan sehari-hari. “Motor itu akan tetap daily use, dan mengutamakan aspek kenyamanan dan keamanan,” tandas Valen.

Baik Nefo maupun Valen mengatakan, meski arus utama modifikasi akan didominasi motor sport dan model lain yang bermesin besar, modifikasi di skuter matik maupun bebek tetap berkembang. Gaya modifikasi keduanya juga akan diwarnai konsep retro dan sport futuristik.

“Tapi tidak sebesar motor bermesin besar, hal itu dikarenakan support suku cadang dan aksesori modifikasi keduanya tidak sebesar motor bermesin besar,” terang Nefo.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi