Rotasi, Cara Mudah Menjaga Keawetan dan Keamanan Ban  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 3 Januari 2011 13:29 WIB
TEMPO/Bagus Indahono

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ban merupakan satu di antara komponen mobil yang cepat aus dan harus cepat diganti. Terlebih sebagai tumpuan atau kaki bagi mobil, ban harus bergesekan dengan lintasan yang dilaluinya saban mobil dijalankan. Tak pelak lapisannya pun cepat tergerus dan aus.

Keausan ban bertambah cepat dan tingkat ketebalan di seluruh sisinya tidak merata mana kala pemilik mobil tidak melakukan rotasi atau pergantian penempatan ban.

“Selain penipisan bank makin cepat juga akan menimbulkan ketidakseimbangan mobil. Kasus kecelakaan terbanyak di jalan tol, terbanyak disebabkan faktor ini,” papar Juli Agustono, Service Advisor Anugerah Utama Ban, Jatinegara Timur, Jakarta, Senin (3/1).

Namun, kata Juli, pergantian posisi ban atau tukar posisi dilakukan di keempat ban mobil. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan pengendalian atau traksi agar lebih maksimal. “Dengan tukar posisi itu, kita bisa memanfaatkan sisi kanan atau kiri dari ban secara optimal. Selain itu juga untuk berhemat karena harga ban juga tidak murah,” terang Juli.

Sebelum melakukan langkah rotasi ban ada beberapa hal yang wajib kita perhatian :

1. Pahami mekanisme kerja ban dan akibat yang ditimbulkan

a. Ban depan lebih cepat aus

Fakta yang ada menunjukkan ban depan lebih cepat aus ketimbang ban belakang. Hal ini dikarenakan ban depan menjadi subyek utama saat mobil melakukan manuver.

Beberapa manuver yang mengikis lapisan ban adalah saat mobil mulai bergerak maju sesaat setelah pengemudi menjalankan mobil, menikung, melibas jalanan bergelombang, memutar, pengereman hingga bermanuver saat parkir .

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada mobil berpenggerak roda depan (front drive wheel) saja, tetapi juga pada mobil berpenggerak roda belakang (rear wheel drive).

b. Kikisan pada lapisan ban tidak merata

Fakta lain yang terkait dengan kondisi ban adalah, tingkat kebotakan ban yang tidak merata. Kerap kali kita mendapati sisi bagian luar atau dalam ban yang lebih banyak terkikis dan lebih gundul.

“Itu disebabkan posisi penempatan ban yang kurang tepat . Hal itu bisa terjadi saat pemasangan ban tidak dilakukan spooring,” ujar Juli.

Satu hal yang perlu Anda pahami, spooring tidak harus dilakukan pada keempat roda. Dua roda depan saja cukup bila kondisi ketidakstabilan dirasakan ada di roda depan. Tetapi, bila menginginkan hasil yang lebih sempurna bisa keempat roda.

Lantas bagaimana cara mendeteksi roda yang tidak stabil? Cukup mudah. Lakukan tes keseimbangan, yaitu di saat mobil melaju lepaskan tangan Anda dari lingkar kemudi. Bila mobil laju mobil tidak lurus dan mengarah ke kanan atau ke kiri berarti roda tidak stabil.

Cara lainnya, bisa dirasakan saat mobil akan berbelok atau memutar, lingkar kemudi terasa berat. “Meskipun menggunakan power steering, tetapi kalau roda tidak stabil biasanya masih akan terasa berat,” terang Juli.

Biasanya, bengkel menganjurkan agar pemilik mobil melakukan spooring, atau bahkan bila perlu balancing, setelah mobil melakukan perjalanan 5 ribu kilometer.

2. Cara melakukan rotasi

a. Mobil berpenggerak roda depan

1. Lepas ban depan sebelah kanan dan jadikan ban cadangan.

2. Adapun ban depan bagian kiri tempatkan di bagian belakang sebelah kiri.

3. Sebagai gantinya, tempatkan ban belakang bagian kanan di bagian roda depan bagian kiri.

4. Ban belakang bagian kiri tempatkan di roda depan bagian kanan.

5. Sebagai ganti ban belakang bagian kanan , pasang ban cadangan.

b. Mobil berpenggerak roda belakang

1. Ban di roda bagian depan sebelah kanan pindahkan ke roda belakang sebelah kiri.

2. Jadikan ban di roda bagian depan sebelah kiri sebagai ban cadangan.

3. Sebagai ganti roda depan bagian kanan, tempatkan ban roda belakang sebelah kanan.

4. Adapun ban di roda bagian depan sebelah kiri yang dijadikan ban cadangan, diganti ban cadangan.

Untuk rotasi ini bisa dilakukan setiap 5.000 km. Satu hal yang perlu Anda ingat, cara rotasi itu telah memperhitungkan faktor keausan yang terjadi selama ini. Selain itu, penempatan ban dengan formasi baru tersebut juga berdasar perhitungan kestabilan dan keseimbangan ban berdasar kondisi ban yang telah lama terpakai.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi