Siasati Nilai Tukar Yen, Toyota Perkenalkan Cara Produksi Baru
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 24 Januari 2011 13:15 WIB
autoevolution.com

TEMPO Interaktif, Tokyo - Menguatnya mata uang Yen terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat, telah menjadikan Toyota Motor Corporation (Toyota) berada di posisi dilema. Pada satu sisi, pabrikan itu menghadapi tekanan terus tegerusnya tingkat keuntungan.

Di sisi lain, upaya untuk merelokasi produksi ke negara lain juga persoalan mudah, semudah membalik telapak tangan. Terlebih, Toyota merupakan pabrikan yang paling banyak memproduksi mobil besutannya di dalam negeri Jepang.

Namun, keruwetan itu berangsur terurai. Kabar paling gres menyebut, Ahad (23/1) kemarin Toyota telah memperkenalkan struktur produksi baru di Negeri Matahari Terbit. Struktur yang diperkenalkan di Central Motor Company – sebuah anak perusahaan Toyota – itu, bentuk huruf ‘U’.
“Berkat struktur baru itu, maka waktu dan biaya produksi bisa dipangkas,” tulis Asahi Shimbun seperti dikutip Reuters, Senin (24/1). Waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi kini hanya spertiga dari waktu sebelumnya. Belanja modal pun bisa dihemat hingga 40 persen.
Walhasil, harga jual produk  tidak akan mengalami perubahan kendati nilai tukar mata uang yen terus merangkak naik. Lebih dari itu, tingkat keuntungan yang dikantongi Toyota juga tidak semakin kempes.
 
Beberapa pabrikan pesaing Toyota, seperti Honda Motor Corporation dan Nissan Motor Company sebelumnya telah melakukan langkah serupa. Bahkan, mereka mengaku keuntungan mereka masih aman-aman saja meski nilai tukar yen terus menguat. Hal itu berkat efisiensi produksi.
ARIF ARIANTO
#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi