Chevrolet Cruze 2.0 LTZ: Sedan Diesel yang Minim Bising
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 24 Maret 2011 00:02 WIB
Chevrolet Cruze (Dok. GM)

TEMPO Interaktif, Bangkok - Selama ini mobil diesel identik dengan suara mesin yang bising. Namun, bagaimana jika mobil itu berjenis sedan? Bising itulah yang ada dalam bayangan Tempo saat hendak mengikuti test drive Chevrolet Cruze 2.0L LTZ.

Para jurnalis dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang menghadiri peluncuran All New Colorado besutan General Motors mendapat kesempatan untuk menjajal Chevrolet Cruze varian diesel di Thailand, 22 Maret lalu. Nyamuk pers dari Asia Tenggara mengikuti perjalanan uji Chevrolet Cruze dari Bangkok ke arah selatan di Kota Hua Hin.

Hua Hin dikenal sebagai Kota Keluarga Kerajaan. Kota ini juga merupakan kota dengan berbagai tempat peristirahatan dengan pantainya yang bersih. Pantai berpasir putih membentang hingga sekitar 8 kilometer di Hua Hin.

“Perjalanan dari Bangkok ke Hua Hin akan menyajikan berbagai macam kondisi medan dari jalanan kota yang padat ke jalan utama yang lengang dengan tikungan-tikungan tajam,” ujar Director of Publications, General Motors Thailand/Southeast Asia, Sasinan Almand, dalam rilis yang dibagikan sebelum test drive.

Delapan wartawan Indonesia mengikuti uji mobil Chevrolet Cruze dari Bangkok ke Hua Hin dengan jarak sekitar 230 kilometer. Perjalanan dimulai sekitar pukul 09.30 dari Hotel The Peninsula yang terletak di pinggir Sungai Chao Phraya. Para kuli tinta Indonesia mendapat jatah tiga mobil dari delapan mobil Chevrolet Cruze digunakan para wartawan.

Chevrolet Cruze menyuguhkan mesin 2.000 cc 4 silinder, 16 valve 2.0 liter turbo diesel yang menghasilkan 150 tenaga kuda pada putaran mesin 4.000 rpm dengan 320 Nm torsi dari 2.000 rpm. Mobil ini menyajikan transmisi kecepatan otomatis hingga lima. Pesaingnya adalah Toyota Altis dan Honda Civic.

Ketika masuk dan duduk di bangku samping pengemudi Chevrolet Cruze berkelir putih, Tempo melihat dashboard dengan lekukan bergaya elegan. Warna hitam yang membingkai merah kecokelatan membawa kesan mewah. Ruang untuk kaki pun cukup lega.

Tempo dan tiga wartawan Indonesia lainnya mendapat mobil nomor tiga. Perjalanan pun dimulai. Managing Director PT GM AutoWorld Indonesia Mukiat Sutikno ikut melepas rombongan dengan mengibarkan chequered flag.

Perjalanan dimulai melewati jalan-jalan utama kota Bangkok lalu ke kawasan pinggiran kota. Tempo sempat melihat pengemudi yang juga wartawan majalah otomotif di Jakarta menggeber kecepatan mobil hingga melebihi 160 kilometer per jam.

Saat mencapai kecepatan tersebut, Tempo tidak merasakan ada yang berubah dari kestabilan mobil. Suara saat berakselerasi ke kecepatan 160 kilometer per jam pun nyaris tak berubah. Penumpang di kursi belakang pengemudi tidak merasakannya hingga ia terlelap. Hal serupa diutarakan sang pengemudi. “Kecepatan sudah 160 kilometer per jam, tapi tidak terasa,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan wartawan C Magazine dari Filipina, Alan Sevilla. “Ketika saya menggeber kecepatan melewati 160 kilometer per jam, rasanya seperti masih mengendarai mobil dengan kecepatan 70 kilometer per jam,” ujarnya.

Saat menghadapi tanjakan yang tidak terlalu tinggi, Chevrolet Cruze masih mampu digeber hingga kecepatan 120 kilometer per jam dengan putaran mesin sekitar 1.500 rpm.

Sebelum sampai ke Hua Hin, rombongan sempat berhenti tiga kali. Pertama karena ada beberapa mobil yang tertinggal di rombongan. Sedangkan kedua dan ketiga, rombongan berhenti untuk beristirahat sekitar 5 menit.

Tempo berpindah ke kursi belakang di saat pemberhentian kedua. Kesan sama menghinggap seperti saat berada di kursi depan samping pengemudi. Kinerja mesin mulus, minim getaran untuk mobil sekelasnya, dan tingkat kebisingan yang rendah. Ruang untuk kaki pun tetap nyaman.

“Cukup responsif performa mobilnya,” ujar seorang kawan yang mengemudikan Chevrolet Cruze.

Rombongan akhirnya sampai ke Hua Hin sekitar pukul 12.00. Setelah makan siang dilatarbelakangi pemandangan pantai dengan bule-bule berjemur, para jurnalis kembali memacu mobil Chevrolet Cruze kembali ke Bangkok sekitar pukul 14.45.

Berbeda dengan perjalanan ke Hua Hin yang memakan waktu dua kali istirahat, saat pulang rombongan hanya sekali berhenti untuk istirahat.

Dalam perjalanan pulang menuju Bangkok, rombongan diguyur hujan berintensitas ringan. Chevrolet Cruze sebenarnya dilengkapi Auto Rain Sensor. Dengan teknologi tersebut, wiper otomatis bergerak ketika hujan mengguyur.

Namun saat mobil Chevrolet Cruze yang ditumpangi Tempo disiram hujan ringan, tampaknya Auto Rain Sensor kurang cepat bekerja atau karena hujan masih terbilang ringan sehingga wiper tidak otomatis menyala. Karena alasan keselamatan, pengemudi terpaksa menyalakan wiper secara manual.

Catatan lain diberikan Anton Sevilla dari Filipina. Ia mengeluhkan setir yang genggamannya kurang ‘tajam’.

Dengan mesin 2.000 cc, perjalanan pulang pergi Bangkok-Hua Hin hanya menyedot setengah kapasitas bensin jika tangki diisi penuh saat dimulai.

Tiba di Hotel The Peninsula, Tempo melihat bagasi Chevrolet Cruze yang dibuka. Dibanding mobil sejenis, Chevrolet Cruze memiliki bagasi yang luas. “Cocok untuk mobil keluarga,” ujar Anton Sevilla.

KODRAT SETIAWAN 

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi