Cara Mudah Menjadikan Turbo Mobil Awet  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 30 Maret 2011 10:49 WIB
Mesin turbo. bringatrailer.com
TEMPO Interaktif, Jakarta - Mobil yang telah dilengkapi peranti turbo memang memiliki performa yang lebih dibanding mobil tanpa peranti tersebut. Tenaga yang lebih besar adalah satu diantaranya.
Hanya, penggunaan peranti tersebut juga memubuthkan perlakukan khusus. Maklum, tugas dan kerja turbo juga tak ringan. “Kerja turbo memang berat. Oleh karena itu perlu ada perlakuan khusus bagi mobil yang menggunakan perangkat ini,” tutur Budiman,  service advisor 
Utama Motor, Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (30/3).
Prinsip kerja peranti itu adalah, menekan dengan kuat udara ke mesin untuk meningkatkan jumlah molekul oksigen yang masuk ke silinder agar proses pembakaran di ruang bakar sempurna sehingga , tenaga mesin semakin meningkat.
Turbo memanfaatkan aliran gas buang dari mesin untuk memutar turbin, yang meneruskan putaran ke kompresor udara. Turbin tersebut diputar hingga 150 ribu putaran tiap menit (rpm). Jumlah tersebut setara dengan 30 kali putaran mesin mobil yang tidak dilengkapi turbo.
Namun putaran sebesar itu tidak akan tercapai manakala turbo bermasalah. Bahkan, proses pembakaran udara dan bahan bakar di ruang bakar juga tidak berlangsungg sempurna seperti yang diharapkan.
Lantas seperti apa perlakuan yang benar?
 
 
1. Perhatikan jadwal penggantian oli
Pada dasarnya perawatan mesin mobil yang dilengkapi peranti turbo tidak berbeda dengan mobil non turbo. Hanya, mobil berturbo sangat disarankan untuk mengganti oli sebelum masa penggantian tiba.
“Misalnya, bila mobil tanpa turbo disarankan untuk berganti oli setelah menempuh jarak 5.000 kilometer, maka mobil dengan turbo 4.000 kilometer,” terang Budiman.
Satu hal yang patut diingat adalah, jangan sembarang mengganti oli dengan merek lain. Artinya, gunakanlah oli  sesuai dengan ajuran produsen.
Penggantian oli perlu dilakukan lebih cepat, pasalnya kerja turbo memang berat. Peranti itu harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melawan tekanan balik udara dari saluran gas buang.
Bila turbo loyo, maka akan  cepat terjadi turbo lag, yaitu turbo tidak bisa seketika menghadirkan tambahan daya saat gas ditekan  atau turbo baru bekerja pada putaran mesin tertentu. Fenomena ini memang kerap terjadi dan menjadi karakter khas turbo.
“Makanya produsen mobil menawarkan twin turbo atau super turbo, tetapi bila turbo loyo di putaran mesin tinggi pun tenaga mesin tak beda dengan mobil non turbo,”  kata Budiman.
Selain itu, dengan oli yang bagus maka pelumasan komponen di turno juga akan berjala dengan baik.
2. Servis secara teratur
Servis yang dimaksud disini tidak harus berarti servis besar, tetapi cukup peratawan yaitu mulai dari pengecekan dan tune up komponen yang ada.  Hal itu perlu dilakukan mengingat peran dan tugas turbo cukup berat.
Beberapa tanda turbo bermasalah antara lain kebocoran oli, suara berisik, serta getaran di mobil yang tidak seperti biasanya. Bila permasalahan di turbo tidak segera diperbaiki maka mesin tidak akan mendapatkan tambahan tenaga, karena tekanan udara ke ruang bakar juga tidak maksimal.
Namun, satu hal yang patut diingat jangan sembarang menggunakan jasa bengkel yang tidak memiliki spesialisasi memperbaiki turbo. Pasalnya, bila terjadi kesalahan penanganan maka akibatnya justeru turbo tidak berfungsi maksimal.
3. Panaskan mesin sebelum mobil dijalankan
Saat ini produsen mobil telah melengkapi peranti turbo di mobil besutannya dengan teknologi adjuster sehingga mobil mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Berkat teknologi tersebut, pengguna mobil tak perlu lagi memanasi mobil saat akan digunakan.
Begitu pun di saat mobil selesai digunakan dan mesin akan dimatikan, pengemudi juga tak perlu membiarkan mesin idle atau membiarkan mesin masih menyala beberapa saat sebelum dimatikan.  “Tetapi sebagai langkah antisipasi agar turbo tetap awet, sebaiknya ritual konservatif itu tetap dilakukan,” saran Budiman.
Pasalnya, dengan melakukan pemanasan mesin maka oli mesin akan mencapai suhu kerja optimal kala pengemudi menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengaktifkan peranti itu. Sementara, dengan membiarkan mesin tetap menyala beberapa saat (idle) sebelum dimatikan memungkinkan oli tetap mengalir.
Bila mesin tiba-tiba dimatikan, maka aliran oli mesin ke turbo juga berhenti dengan tiba-tiba. Padahal, pada saat yang bersamaan turbo masih aktif berputar dengan kecepatan tinggi. Walhasil bearing akan cedera.
“Sekali lagi, langkah-langkah harus itu dilakukan agar turbo awet, terutama bagi turbo yang belum dilengkapi teknologi adjuster,” Budiman mewanti-wanti.
ARIF ARIANTO
#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi