Beroperasi Lagi, Toyota Masih Kekurangan 150 Jenis Komponen
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 8 April 2011 15:15 WIB
allvoices.com
TEMPO Interaktif, Tokyo - Toyota Motor Corporation (Toyota), hari ini (8/4), mengumumkan akan mengoperasikan 18 pabriknya (seluruh pabrik) yang ada di Jepang mulai 18 – 27 April dengan produksi separuh dari kapasitas terpasang. Pabrikan ini juga menegaskan saat ini telah mendapatkan pasokan 350 jenis komponen dari 500 komponen yang dibutuhkan untuk proses produksi.

Kantor berita Associated Press (AP), Jumat (8/4), melaporkan, Toyota kembali akan menutup pabriknya pada 28 April – 9 Mei. “Namun penutupan itu dikarenakan adanya libur tahunan Golden Week,” bunyi pernyataan Toyota.

Ihwal suku cadang, pabrikan itu mengatakan saat ini pasokan dari perusahaan pemasok telah berangsur pulih. Namun, kini Toyota masih harus berjuang untuk mendapatkan pasokan 150 jenis komponen dari 500 yang ia butuhkan dalam proses produksi.

“Sebelumnya Toyota mengatakan kekurangan 500 jenis komponen,” AP menulisnya.

Shiori Hashimoto, juru bicara Toyota, mengaku pihaknya hingga saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan 150 jenis komponen tersebut. Ia juga menyebut, Toyota masih belum memutuskan langkah setelah penghentian produksi selama 28 April – 9 Mei mendatang.

Ryoichi Saito, analis otomotif pada Mizuho Investors Securities Company, mengatakan bila Toyota hanya beroperasi dengan kapasitas produksi hanya separuh dari kapasitas terpasang, maka akan membukukan kerugian pada kuartal pertama April – Juni (tahun kalender produksi biasanya April 2011 – Maret 2012).

“Selama ini Toyota memperoleh pasokan suku cadang sekitar 90 persen dari dalam negeri,” kata dia.

Produsen mobil terbesar di dunia itu selama 14 – 26 Maret menghentikan operasional pabriknya setelah gempa dan tsunami melanda wilayah timur laut Jepang.

Namun, sejak akhir Maret sebagian pabrik dibuka dengan kapasitas produksi terbatas. Kurangnya pasokan komponen dan listrik menjadi kendala produksi.ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi