Ini Cara Mudah Menjaga Penampilan Pelek Mobil
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 30 Juni 2011 21:07 WIB
Velg mobil. TEMPO/Kink Kusuma Rein

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelek merupakan satu diantara komponen penting di mobil. Pasalnya, ibarat tubuh manusia, peranti itu merupakan telapak kaki yang dibungkus sepatu, yaitu ban.

Bahkan, tak hanya itu. Pelek juga merupakan penunjang penampilan sebuah mobil. Pelek yang bagus - baik desain maupun bahannya - akan memancarkan aura yang berwibawa dari sebuah mobil. "Sebaliknya, bila pelek tidak bagus, baik tampilan, desain, maupun bahannya maka kesan kurang bagus juga memancar dari mobil," tutur Alif Taufani, spesialis detailing, Delta Auto, Parigi, Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juni 2011.

Oleh karena itu, menjaga penampilan pelek wajib dilakukan oleh para pemilik mobil. Terlebih, cara untuk melakukannya juga tidak sulit dan ongkosnya murah.

Seperti apa? Berikut penjelasan Alif :

1. Cara mencuci dengan tepat Bila Anda ingin mencuci pelek - bila mobil baru menempuh perjalanan jauh - sebaiknya menunggu kondisi mobil benar-benar dingin. Hal itu dimaksudkan agar pelek juga dalam kondisi dingin.

Memang, pelek tidak bersentuhan langsung dengan mesin sehingga kecil kemungkinan peranti itu berhawa panas. Namun, akibat beberapa kali pengereman maka hawa panas dari lembaran cakram rem dan hawa panas saat menempuh perjalanan jauh juga menyebabkan pelek bersuhu panas.

"Oleh karena itu, tunggu suhu menurun bila ingin mencucinya," ujar Alif.

Pasalnya, bila logam - apapun jenisnya - pelek tersebut masih dalam kondisi panas kemudian diguyur air dingin akan menyebabkan warna pelek kebiruan.

Bahkan, lapisan polish bisa memudar. Akibatnya warna pelek kusam. Padahal, perubahan warna akibat perlakuan yang kurang tepat tersebut sulit untuk dihilangi.

Hal lain yang juga wajib dicermati adalah, penggunaan air. Bila Anda mencuci mobil di tempat cuci mobil umum, pastikan air yang digunakan merupakan air tanah dengan keseimbangan PH yang ideal.

"Bila tempat tinggal Anda dekat dengan pantai, sebaiknya menghindari tempat cuci yang dekat dengan pantai. Sebab kandungan garam yang tinggi pada air juga menyebab pelek cepat kusam," kata Alif.

2. Bila permukaan pelek tergores atau baret Pelek baret atau tergores, kerap terjadi bila pengemudi sering melibas jalanan sempit atau jalanan yang banyak terdapat tumbuhan perdu. Namun, Anda tak perlu risau. Sebab goresan atau baret tersebut bisa dipulihkan.

Anda pun bisa melakukannya sendiri. Caranya, ampelas permukaan pelek secara merata. Untuk pengampelasan tersebut gunakan dua jenis ampelas. Pertama ampelas agak kasar atau ampelas 500.

Setelah permukaan telah rata, ulangi pengampelasan dengan menggunakan ampelas lebih halus yaitu yang berukuran 1000. Pastikan, goresan telah hilang.

Setelah permukaan pelek halus, langkah selanjutnya adalah mencuci seluruh permukaan pelek hingga bersih. "Kemudian gunakan cairan vernish khusus pelek yang saat ini banyak dijual di toko-toko perlengkapan atau aksesoris mobil. Tapi ingat, gunakan vernis yang berkualitas," kata Alif.

Setelah proses pelapisan vernis selesai, angin-anginkan pelek dengan posisi terlentang, hingga waktu kurang lebih tiga atau empat jam. Namun, satu hal yang harus Anda ingat jangan menaruh pelek tersebut di tempat terbuka yang memungkinkan debu beterbangan.

Bila Anda menginginkan tampilan pelek lebih mengkilat, bisa menggunakan cairan wax. Zat khusus ini banyak tersedia di toko-toko baik dalam bentuk semprot atau dioleskan.

3. Perawatan rutin gunakan cairan polish Untuk perawatan rutin, selain mencuci sebaiknya juga membersihkan pelek dengan cairan pelek polish. Selain mebersihkan pelek dari kotoran yang menempel, zat tersebut juga berfungsi untuk menampilkan kilau dari lapisan vernis pelek.

Namun, satu hal yang wajib diingat jangan menggunakan sembarang cairan polish. Pastikan zat tersebut cocok atau sengaja diproduksi untuk pembersih pelek. Sebab, bila pembersih itu tidak sesuai, yang terjadi justru akan timbul noda di pelek, warna pun menjadi kusam.

Begitu pula dengan pelek yang berlapis krom. Bersihkan lapisan krom tersebut secara teratur dengan cairan polish yang tepat.

Bila Anda kesulitan mencari cairan polish, bisa menggunakan pembersih logam Brasso. Caranya, basahi permukaan pelek dengan cairan tersebut hingga rata dan biarkan lima hingga sepeluh menit. Setelah itu bersihkan dengan menggunakan lap lembut yang bersih hingga bekas cairan pembersih itu benar-benar hilang.

4. Lakukan cara berkendara yang benar Selain melakukan perawatan berupa pembersihan seperti di atas, sebaiknya Anda juga mencegah pelek rusak. Caranya, menerapkan cara berkendara yang benar.

Beberapa cara itu adalah tidak melibas lubang di jalanan, khususnya yang berdiameter besar dan cukup dalam. Selain itu, menjaga tingkat tekanan angin sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

"Sepertinya sepele, namun ini sangat penting. Kerap melindas lubang dengan diameter besar dan dalam pelek bisa retak atau peyang," jelas Alif.

Begitu pun dengan terus memacu mobil meski kondisi ban telah kempis.

Hal lain yang juga wajib menjadi perhatian adalah rajin melakukan balancing dan spooring. Cara tersebut selain untuk menjaga keselarasan gerak keempat ban di mobil juga untuk memastikan keseimbangan beban masing-masing roda.

Bila tidak selaras dan seimbang akan berpengaruh pada pelek. Meski pelek hanya melenceng beberapa derajat, namun bila dibiarkan, lama kelamaan akan menyebabkan pelek rusak.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi