Membuktikan DNA MotoGP di Honda CBR 150R
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 30 Juni 2011 23:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Rabu, 30 Juni 2011, siang, hujan lebat mengguyur sepanjang ruas tol Cibubur - Cikeas. Gelontoran air itu sedikit menyurutkan minat saya untuk menjajal motor sport anyar Honda CBR 150R seperti yang telah dijadwalkan oleh PT Astra Honda Motor di sirkuit kecil Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Terlebih, sebelumnya saya sudah membayangkan betapa ribetnya menunggangi motor berbobot 138 kilogram tersebut. "Selain berat, perlu teknik-teknik khusus agar bisa bermanuver dengan baik. Lebih-lebih di tengah guyuran hujan," itulah yang ada di benak saya.

Namun, setibanya di sirkuit itu ternyata cuaca masih cukup cerah. Memang, langit cukup gelap tetapi tidak sampai mencurahkan air ke bumi Sentul. Melihat, beberapa teman jurnalis yang tengah mencoba motor tersebut di sirkuit dengan kecepatan yang cukup tinggi, serta bergaya meliuk-liuk di beberapa tikungan tiba-tiba minat saya bangkit.

Pada saat bersamaan, saya teringat ucapan Yusuke Hori, President Director PT AHM di sela-sela peluncuran motor itu. "Honda CBR150R merupakan The Real Sport Bike yang memiliki mesin DOHC berkarakter balap. DNA motor balap MotoGP bisa ditemukan pada motor ini," kata dia.

Ucapan itu seolah menantang saya. Intuisi pun seolah menuntun saya untuk membuktikan ucapan itu. "Ah masa iya sih? Bukankah kecap tidak ada yang nomor 2? Dan semuanya mengaku nomor satu?" itulah bisikan di hati saya.

Lantaran itulah, begitu penyelenggara memanggil nama saya untuk melakukan tes ride, saya langsung bergegas. Setelah mengenakan berbagai perlengkapan pelindung tubuh mulai dari kaki hingga kepala, mesin segera saya aktifkan.

"Cukup tiga putaran atau tiga lap mas, silakan di track lurus digeber habis," seorang panitia yang memberi aba-aba sebelum mempersilahkan saya start.

Beberapa waktu sebelumnya, saya sudah beberapa kali melintasi sirkuit itu untuk keperluan yang sama. Sehingga beberapa tikungan dan karakter track masih belum lupa.

Sehingga, begitu aba-aba diberikan dalam posisi gigi motor di tingkat satu saya langsung membetot gas dan memindah posisi gigi ke dua dan tiga. Pada track lurus sepanjang 70-100 meter saya memacu kencang.

Hasilnya, akselerasi motor meletup dengan ringan. Mesin seolah menyemburkan tenaga cukup besar kendati putaran mesin masih di kisaran 3.000 - 3.500 rpm. Padahal, tenaga puncak mesin berkapasitas 149.4 cc, empat langkah, DOHC itu 13,1 kilo watt . Artinya, apa yang diucapkan oleh Yusuke Hori telah terbuka. Kegarangan sebuah motor balap begitu terasa hanya dengan tarikan sedikit tuas gas.

Satu hal lagi, kekhawatiran saya tentang bobot yang berat dan akan menyusahkan saya saat menikung ternyata tidak terjadi. Motor ini begitu ringan dan lincah saat diajak bermanuver.Posisi duduk yang nyaman karena jok split dan tangki yang memberikan keleluasan reflek kepada saya untuk beringsut dari satu gaya ke gaya lain, juga topangan peranti sistem supensi.

Garpu teleskopik sebagai penopang suspensi di roda bagian depan, dan monoshock untuk roda bagian belakang terasa empuk sekalgus meredam getaran. Alhasil, ketika saya sedikit membelokkan setang dan memiringkan motor mengikuti alur track motor berbobot 139 kilogram itu terasa ringan dan lincah.

Maklum, di ujung track lurus terdapat tikungan cukup tajam dengan kemiringan lintasan 20 derajat. Pada beberapa tikungan, saya sengaja tak mengubah posisi gigi, yaitu tetap pada tiga.Itu saya lakukan untuk mengetahui seperti apa kondisi motor bila seorang pengendara lupa memindah posisi gigi dan tiba-tiba harus melibas tikungan seperti itu. Lebih dari itu, dengan menjajal cara itu juga untuk membuktikan motor itu cocok dengan karakter jalanan  Jakarta yang kerap macet sehingga cenderung stop and go.

Tikungan demi tikungan, lintasan dengan beberapa kemiringan, serta track lurus telah tiga kali saya lintasi. Beberapa tingkat kecepatan telah saya coba. Kesimpulan sementara saya, tenaga dan akselerasi cukup oke, kelincahan di atas rata-rata, begitu pun dengan kemampuan manuver di berbagai kondisi lintasan.

Bukti sebuah DNA motor balap MotoGP? Memang, saya belum pernah mencicipi motor yang ditunggangi Valentino Rossi atau Ben Spies di laga balap dunia itu. Terlebih, proses pengujian yang hanya tiga lap atau tiga kali putaran di sirkuit kecil sulit untuk benar-benar merasakan keandalan motor itu.

Pada sisi lain, track lurus yang sejatinya bisa untuk menjajal kemampuan sprint atau akselerasi layaknya motor sport juga terbatas. Panjang track lurus hanya 70 - 100 meter.

Namun, sebuah jawaban tiba-tiba menyelinap di benak saya. DNA adalah sebuah genetika, dan turunan sifat-sifat motor induk tidak harus sama persis menurun ke motor replikanya.

"Honda CBR 150R adalah motor versi jalan raya. Jadi, tenaga, akselerasi, dan handling yang ringan dan lincah  rasanya sudah cukup mewakili DNA itu," itulah jawaban tersebut.

Hanya, perjuangan motor itu di pasar motor sport di tanah air juga cukup berat, ia harus bersaing ketat dengan Kawasaki Ninja RR150. Kemampuan tenaga, akselerasi, maupun handling keduanya tak jauh berbeda. Hanya, saya tidak mengetahui persis berapa tingkat konsumsi bahan bakar motor sport Kawasaki tersebut.

Adapun konsumsi bahan bakar Honda CBR 150R diklaim cukup irit. "Konsumsi bakarnya 35,6 kilometer per liter," aku Mitsuo Tamamura, Kepala Penelitian dan Pengembangan Honda untuk wilayah Asia Tenggara yang hadir di sirkuit Sentul.

Harga keduanya juga sama, yaitu Rp 33 juta. Padahal, Kawasaki Ninja itu sudah cukup lama terdengar di telinga pecinta motor sport di tanah air.

Motor lain yang bisa menjadi pertimbangan calon pembeli adalah Yamaha V-ixion. Motor sport Yamaha itu juga bermesin 150 cc dengan sistem pengabutan bahan bakar melalui injektor.

Namun, harga Yamaha V-ixion hampir separo dari Honda CBR 150R. Ihwal harga itu, Ferry Firman, Senior Manager Brand Management Development AHM menyebut CBR 150R merupakan sepeda motor premium. Sehingga sulit untuk membandingkan secara head to head dengan motor lain, meski berkapasitas mesin.

Pun dengan Kawasaki Ninja RR150. "Karakteristik antara keduanya sangat berbeda," kata dia.

Spesifikasi Honda CBR 150 R

Mesin: 150 cc, 4 tak, 4 klep, DOHC, silinder tunggal, dan berpendingin cairanDiameter x langkah :  63,5 x 47,2 mili meterKompresi :  11 : 1Kopling  :  Manual multiplate basahTransmisi: 6 tingkat kecepatanKapasitas tangki : 13,1 literDimensi : Panjang  1,98 meter (m), lebar 0,695 m, dan tinggi 1,23 m.Berat  kosong : 138 kilogram.

ARIF ARIANTO


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi