Kini Biodiesel Juga Dibuat dari Lemak Buaya  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 19 Agustus 2011 19:21 WIB
caradvice.com.au

TEMPO Interaktif, Louisiana - Semakin menipisnya cadangan bahan bakar minyak dari fosil di perut bumi membuat para ahli berpacu untuk menemukan BBM alternatif. Selain mengolah berbagai jenis tanaman, kini mereka juga mulai melirik bagian-bagian tertentu dari hewan untuk dijadikan bahan bakar.

Contoh paling anyar adalah apa yang dilakukan para ahli di University of Louisiana, Amerika Serikat, terhadap buaya besar atau alligator.

“Para peneliti tengah berupaya mengubah lemak alligator menjadi minyak biodiesel guna membantu mencukupi kebutuhan bahan bakar sektor otomotif,” bunyi pernyataan tim ahli itu seperti dimuat di Industrial Engineering Chemistry Research Journal dilansir caradvice.com.au, Jumat, 19 Agustus 2011.

Selama ini, di Negeri Abang Sam, binatang reptil itu diternakkan guna diambil daging dan kulitnya. Saban tahun tak kurang dari tujuh juta liter lemak dari hewan itu dibuang begitu saja sebagai limbah.

Padahal, menurut Rakesh Bajpai, pemimpin tim ahli yang melakukan percobaan, tujuh kilogram lemak itu bisa diolah menjadi 4,73 juta liter biodiesel. Kendati jumlah itu hanya setara dengan 0,002 persen dari total konsumsi bahan bakar jenis itu di Amerika Serikat namun dinilai cukup membantu.

Terlebih, keberadaan lemak buaya raksasa tersebut juga akan mengurangi penggunaan jagung dan kedelai – yang merupakan sumber bahan pangan – sebagai bahan baku biodiesel. Apalagi, sebanyak 51 persen dari lemak buaya itu sangat cocok untuk dijadikan minyak biodiesel.

Kualitas biodiesel dari bahan lemak itu hanya 9 persen lebih rendah dibanding minyak diesel dari bahan fosil. Artinya, kualitas biodiesel lemak buaya tersebut sama dengan biodiesel dari kedelai.

Konsumsi solar di negara adidaya itu tercatat tak kurang dari 170 miliar liter saban tahunnya. Angka yang tidak kecil tentunya.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi