Hati-hati, Pencuri Bisa Menggondol Mobil Lewat SMS  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Sabtu, 20 Agustus 2011 10:15 WIB
sxc.hu

TEMPO Interaktif, Las Vegas - Anda lupa membawa kunci mobil atau kunci mobil tertinggal di dalam mobil yang pintunya terkunci? Tak usah panik. Asalkan Anda membawa laptop atau telepon seluler, persoalan itu gampang diatasi.

Caranya? Cukup mengirim pesan singkat ke peranti alarm berbasis satelit yang bisa digunakan mengunci mobil. Hanya dalam hitungan detik, pintu akan terbuka dan tak perlu repot mencongkel kaca atau pintu mobil.

Itulah yang dibuktikan oleh dua peneliti iSEC, sebuah perusahaan jasa keamanan yang berkantor di San Fransisco, Amerika Serikat, Don Bailey dan Matthew Solnik. Seperti dilansir scientificamerican.com, Jumat, 19 Agustus 2011, keduanya mendemonstrasikan aksi pembobolan itu di sebuah konferensi keamanan Black Hat di Las Vegas, Amerika, awal bulan ini. Dalam aksinya itu, Bailey dan Solnik membobol sistem pengunci dan menyalakan mobil Subaru Outback keluaran 1998 dalam waktu tak lebih dari 60 detik.

Hanya dengan mengirim SMS, keduanya dengan mudah membuka dan menghidupkan mesin mobil itu. “Karena alarm yang bergantung pada ponsel atau jaringan satelit dapat menerima perintah melalui pesan teks,” kata mereka.

Bila para hacker mengetahui nomor atau alamat sebuah mobil tertentu, mereka bisa menggunakan personal computer untuk mengirim perintah melalui pesan teks guna membuka kunci, bahkan menyalakan mesin. Namun SMS itu bisa diblokir atau ditangkal bila pemilik mobil telah menyaring SMS untuk mobil ataupun telepon selulernya.

Beberapa operator dan vendor seperti Google Voice, iBlacklist, AT & T, dan Verizon, menawarkan sistem pengaman tersebut.

Seperti halnya temuan peneliti iSEC itu, peneliti dari University of Washington di Seattle dan University of California, San Diego (UCSD), Amerika Serikat, juga menemukan cara pembobolan mobil dengan cara masuk ke sistem di komputer mobil. Caranya dengan menggunakan telepon seluler, pembobol bisa masuk ke sistem koneksi Bluetooth atau ponsel yang merupakan salah satu fitur yang tersedia di mobil.

Stefan Savage, profesor ilmu komputer USDC, dan Tadayoshi Kohno, profesor teknik komputer University of Washington, membuktikan hal itu. Bahkan dengan menguasai komputer yang dicolokkan ke dalam mobil atau On-Board Diagnostik sistem (OBD-II) port, para peretas bisa mengontrol sistem komputer mobil atau electronic control unit (ECU).

Walhasil, mereka tak hanya bisa membuka dan menyalakan mesin mobil, tapi juga bisa menonaktifkan rem, pemilihan sistem penggerak roda, dan sebagainya. Hal itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen mobil untuk menerapkan teknologi yang lebih canggih dari para pembobol.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi