Mobil Datsun 1972 Ini Tercepat di Dunia
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 24 Agustus 2011 15:50 WIB
dailymail.co.uk

TEMPO Interaktif, California - Percayakah Anda, sedan Datsun buatan 1972 mampu melesat lebih cepat ketimbang mobil sport? Ya, inilah mobil Datsun 1972 hasil karya seorang mekanik asal Amerika Serikat, John Wayland.

Seperti dilansir dailymail.co.uk dan discovery.com, Rabu, 24 Agustus 2011, Wayne telah mengubah Datsun White Zombie itu menjadi mobil listrik. Ia pun mengganti mesin konvensional dengan motor listrik dengan baterai lithium polimer 192 sel yang berkekuatan 355 Volts atau 22,7 kilowatt jam (kWh).

Berbekal sumber tenaga setrum itu, mobil ini mampu melesat dari posisi 0-100 kilometer per jam (kpj) hanya dalam tempo 1,8 detik. Artinya, Datsun tua yang bermutasi menjadi mobil listrik itu mampu melesat lebih cepat ketimbang mobil sport listrik yang ada saat ini. Bahkan menjadi mobil listrik tercepat di dunia.

"Itu berarti lebih cepat dari roadster listrik canggih, Tesla, yang menempuhnya dalam waktu 3,9 detik," kedua laman itu menulisnya.

Bahkan dalam prosesi uji coba yang ditayangkan dalam video YouTube, Datsun lawas itu mampu mengungguli mobil sport Maserati lima detik lebih cepat. Adapun Datsun versi konvensional atau versi aslinya berakselerasi dari 0-100 kpj dalam waktu 14,5 detik.

Keunggulan lainnya adalah mampu menempuh jarak 150 kilometer dalam sekali isi baterai. Selain itu, berbekal tenaga yang sebesar 500 daya kuda mampu menempuh jarak 400 meter dalam waktu 10 detik.

Kehadiran mobil itu merupakan buah dari keprihatinan Wayne. Ia mengaku tergerak untuk menciptakan mobil listrik itu saat menyaksikan seorang anak yang tersedak dan batuk-batuk akibat polusi udara dari polutan asap kendaraan. Minatnya semakin terpantik saat ia menyaksikan sebuah mobil mainan yang bertenaga listrik dari baterai.

Hanya ia mengaku untuk mewujudkan mobil impiannya itu dibutuhkan biaya tak kecil, US$ 25 ribu atau sekitar Rp 214,4 juta (kurs US$ 1 = Rp 8.576,33). "Beruntung aku mendapatkan sponsor karena harga baterai sangat mahal," kata dia tanpa menyebut siapa sponsor itu.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi