Ini Dia Nissan Latio Versi Facelift  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 30 September 2011 14:24 WIB
paultan.org

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Edaran Tan Chong Motor, Agen Pemegang Merek (APM) Nissan di Malaysia, kemarin meluncurkan Nissan Latio versi facelift baik untuk varian sedan maupun hatchback. Namun ubahan itu hanya dilakukan pada varian hatchback yang bermesin 1.800 cc dan sedan 1.600 cc.

Pernyataan resmi APM tersebut seperti dilansir laman paultan.org, Jumat, 30 September 2011, menyebut serangkaian ubahan itu merupakan perlambang dinamika gerak dan energi baru. “Perubahan terlihat pada bagian eksterior ataupun interior,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Perubahan eksterior paling kentara terdapat di varian hatchback. Gril, bumper depan dan belakang, serta lampu utama terlihat baru. Begitu pun dengan lampu belakang.

Adapun sentuhan perubahan di varian sedan hanya terlihat pada bumper depan dan gril. Sektor buritan masih tampil seperti generasi sebelumnya.

Pada bagian interior perubahan di antara keduanya tak berbeda jauh. Peranti kontrol audio kini diletakkan di lingkar kemudi. Walhasil pengguna mobil lebih mudah dan praktis saat mengoperasi perangkat hiburan tersebut.

Ubahan juga terlihat pada speedometer dan odometer. Panel cluster kini menggunakan latar belakang kelir putih bingkai menggunakan warna perak. Varian hatchback menggunakan peranti pendingin udara otomatis.

Varian hatchback bermesin 1.800 cc atau MR18DE bertenaga 126 PS pada 5.200 rpm dan torsi 174 Newton meter (Nm) pada 4.800 rpm. Sedangkan varian sedan bermesin 1.600 cc atau HR16DE bertenaga 109 PS pada 6.000 rpm dan torsi 153 Nm pada 4.400 rpm. Keduanya bertransmisi otomatis.

Edaran Tan Chong Motor membanderol hatchback facelift itu RM 99.800 atau sekitar Rp 280,23 juta. Sedangkan varian sedan dihargai RM 89.800 atau sekitar Rp 252,43 juta (kurs RM 1 = Rp 2.807,95).

Hanya, sayang, di Indonesia Nissan Latio sudah tidak dipasarkan lagi oleh PT Nissan Motor Indonesia (PT NMI). “Sudah lima tahun lebih tidak memasarkan Latio. Waktu itu yang sedan untuk taksi dan hatchback untuk mobil pribadi,” ujar sumber di PT NMI saat dihubungi.

Meski demikian keduanya kini masih banyak berseliweran di jalanan kota-kota besar Indonesia. Kehadirannya diimpor oleh importir umum. Andi Bantarto, salah seorang pemilik Nissan Latio varian hatchback, melihat segmen pasar mobil itu, terutama hatchback, masih terbuka.

“Permintaan selalu ada. Terlebih yang baru karena tampilannya mirip March tapi ukuran dan mesinnya lebih besar ” kata dia saat dihubungi.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi