Trik Agar Motor Tak Boros BBM Saat Hujan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 8 November 2011 16:50 WIB
TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah beberapa kali menurunkan artikel tentang persiapan yang wajib dilakukan biker sebelum berkendara di musim hujan, beberapa pembaca mengirim serangkaian pertanyaan. Apakah pada saat hujan motor lebih boros bahan bakar (BBM)? Bagaimana cara menyiasatinya?

Itulah beberapa pertanyaan tersebut. Kami pun berupaya mendapatkan jawaban dari ahlinya, satu di antaranya Suryana, mekanik Surya Motor, Kemanggisan, Jakarta Barat.

“Curah hujan yang cukup deras menjadikan suhu lebih dingin. Perubahan suhu itu memerlukan penyetelan ulang pada beberapa komponen,” kata dia saat ditemui Selasa, 8 November 2011.

Menurut mantan mekanik bengkel resmi Honda itu, ada beberapa komponen yang perlu disetel ulang. Apa saja komponen itu? Bagaimana cara menyetelnya? Dan apa pula akibatnya bila tak segera disetel ulang?

Berikut penjelasan Suryana:

1. Atur ulang spuyer dan klep karburator

Pada saat air hujan mengguyur, suhu udara juga semakin dingin. Pada saat seperti itu, gas bakar cenderung membentuk embun pada porting. Tentu, hal itu mengganggu proses pembakaran. Oleh karena itu, kecilkan setelan spuyer bisa mengurangi embun di porting.

”Sehingga proses pembakaran berlangsung optimal dan mesin tidak boros bahan bakar,” terang Suryana.

Seiring dengan berkurangnya embun, tekanan angin juga harus sempurna. Lantaran itulah, baut udara juga harus disetel ulang. Begitu pula, pastikan bukaan klep semakin kecil agar bensin yang masuk ruang bakar juga semakin kecil.

Tetapi, hal itu dengan catatan bahan bakar yang digunakan memiliki tingkat RON atau oktan yang tinggi. Sebab, bahan bakar jenis itu mudah terbakar. “Sedangkan di saat suhu dingin tingkat kepadatan molekul udara juga tinggi,” kata Suryana.

2. Perkecil tingkat keregangan sumbu busi

Pantikan api dari busi sangat berpengaruh besar terhadap sempurna tidaknya proses pembakaran bahan bakar di mesin. Sementara, pada saat udara dingin, perlu pantikan api yang konstan di segala putaran mesin agar bahan bakar benar-benar terbakar dengan efektif. “Bila itu terjadi, maka udara yang disemburkan ke ruang bakar tidak sia-sia sehingga motor tidak boros,” terang Suryana.

Oleh karena itu, tingkat kerenggangan busi sebaiknya diatur ulang agar lebih rapat. Bila Anda tak memiliki standar ukuran tingkat kerapatan itu, bisa dengan kira-kira. Caranya lepas busi, lalu ketukkan sumbu busi (yang ada di bagian bonggol busi) ke tembok, lantai, standar motor, atau batu hingga tiga kali.

3. Pakailah gaya berkendara yang tepat

Menjaga laju motor dengan kecepatan konstan dan tidak banyak mengerem lalu tancap gas adalah cara berkendara yang bijak. Selain itu, jangan menarik tuas gas yang tidak perlu dan membawa bobot yang melebihi batas standar dari pabrikan.

“Sebab, pada saat menarik tuas gas yang tidak perlu (blayer) saat itu pula asupan BBM mengalir deras ke ruang bakar,” kata Suryana.

Bila kondisi motor prima, tidak perlu khawatir mogok dan menarik tuas gas yang tidak perlu.

4. Pastikan tekanan angin ban tidak kurang dari standar

Tekanan angin ban yang kurang dari standar pabrikan berpengaruh pada tingkat konsumsi bahan bakar. Logikanya sederhana saja. Tekanan angin yang kurang atau kempis menyebabkan permukaan ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan juga semakin banyak.

Bila itu terjadi, maka gesekan antara ban dengan jalan pun semakin besar. Artinya, beban bagi mesin untuk menggerakkan roda semakin besar. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga ekstra.

Penambahan tenaga berarti juga membutuhkan tambahan asupan BBM. Walhasil, konsumsi BBM semakin besar. “Tetapi, bila ingin menambah tekanan angin ban sebaiknya tambahan itu tidak lebih dari 2 psi. Itu demi keamanan dan kenyamanan,” saran Suryana.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi