Tip Benahi Lampu Motor
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 11 November 2011 19:15 WIB
TEMPO/Kink Kusuma Rein

TEMPO Interaktif, Jakarta - Salah satu persoalan yang timbul ketika air hujan deras bagi pengendara kendaraan, khususnya sepeda motor, adalah terbatasnya jarak pandang.  Tentu, hal itu akan membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

“Pada saat seperti itu jalanan licin, sehingga bila pengendara ingin bermanuver, misalnya berbelok atau mengerem mendadak akan sangat berisiko,” tutur  Andung Supriatna, pemilik  Abadi Motor, Meruya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat, 11 November 2011.

Oleh karena itu, kata Andung, mempersiapkan lampu motor sebelum berkendara di tengah guyuran hujan adalah hal yang wajib dilakukan.  Namun, bukan sekadar membersihkan mika lampu  saja. Pasalnya, pada saat hujan lebat mika juga tertutup kabut.

Lantas apa saja bagian lampu yang harus dibenahi? Berikut penjelasan Andung :

1.      Bohlam

Agar pancaran sinar dari lampu benar-benar fokus dan terang meski saat menembus titik-titik air yang jatuh dari langit, sebaiknya menggunakan bohlam yang memiliki cahaya berwarna serta colour temperature dengan intensitas cahaya (dengan satuan Kelvin) yang tinggi. Bohlam itu juga harus memiliki karakter untuk segala musim.

Lampu yang mempunyai karakter seperti itu saat ini banyak dijual di pasaran dengan berbagai merek dan harga. “Warna cahaya yang baik itu sebenarnya kebiruan. Sebab, warna seperti itu tidak terurai saat menembus titik-titik air hujan,” kata Andung.

Walhasil, cahaya tetap fokus. Cahaya seperti itu akan menolong daya pengilhatan pengendara saat berkendara menembus hujan lebat.

2.      Periksa lampu rem dan sein berfungsi  baik

Selain lampu utama, lampu lain yang wajib diperiksa adalah lampu rem dan sein. Selain memastikan kondisi bohlam  atau menggantinya bila perlu, sebaiknya juga memastikan saklar lampu tersebut tidak bermasalah.

“Meski terlihat sepele atau remeh, namun bila lampu rem dan lampu sein tidak berfungsi, akibatnya bisa fatal. Sebab keduanya adalah isyarat yang umum dalam berlalu lintas,” terang Andung.

Permasalahan yang kerap terjadi dengan lampu rem maupun lampu sein adalah, saklar korsleting.  Meski saklar telah diaktifkan ternyata lampu tak nyala atau sebaliknya, meski peranti itu telah dinonaktifkan tetapi menyala terus menerus.

Kondisi seperti itu akan membingungkan pengguna jalan lainnya. Akibatnya bisa berbahaya karena di kala kita berbelok dan ternyata lampu tidak menyala. “Sementara pada saat yang sama kendaraan lain di belakang melaju kencang,” ujar Andung.

Oleh karena itu periksa dan setel ulang saklar lampu berikut rangkaian kabelnya. Pada sepeda motor jenis  bebek atau sport, sakelar lampu terletak di dekat push step kanan atau persisnya  di belakang mesin.

3.      Pasang lampu kabut bila perlu

Bila memungkinkan dan ada dana Anda bisa memasang lampu kabut atau foglamp yang dipasang dibawah setang atau juga bisa  dibagian lain sesuai dengan kondisi dan jenis motor.  Yang penting, pastikan keberadaan lampu tersebut bukanlah sekadar aksesoris atau hiasan belaka. “Bohlam yang bagus untuk lampu kabut itu berwarna kuning,” ucap Andung.

Sebab, warna kuning  tidak bias ketika menembus titik air hujan. Warna itu juga mampu menyerap warna lain disekelilingnya, walhasil cahaya yang dihasilkan lebih fokus dan pandangan pengendara  terbantu.

4.      Jangan lupa bersihkan mika lampu

Setelah membenahi bohlam dan saklar lampu, sebaiknya juga membersihkan mika lampu tersebut.  Caranya cuci dengan air tanpa sampo mobil, deterjen, atau  sabun colek. Pasalnya, deterjen mempunyai sifat korosif, sehingga  justru membuat mika kusam.

“Begitu pula dengan sabun colek, karena memiliki lemak nabati dari turunan CPO (crude plam oil) yang bisa melekat di mika, sehingga mika buram,” saran Andung.

Sebagai gantinya,  cucilah mika lampu dengan air biasa. Namun bila Anda memiliki washer fluid untuk kaca mobil, Anda bisa mencampurkannya. Setelah itu keringkan dengan lap kanebo.

ARIF ARIANTO

#Sepeda Motor

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi