Musim Hujan, Jangan Gunakan Sembarang Parfum Mobil
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 18 November 2011 08:08 WIB
TEMPO/ Nita Dian

TEMPO Interaktif, Saat musim hujan seperti sekarang ini, kaca mobil akan selalu tertutup rapat kala melaju di tengah guyuran hujan. Pada saat itulah, kinerja peranti pendingin ruangan (AC) dan pengharum ruangan di kabin mobil sangat memainkan peran penting.

Namun, satu hal yang patut diketahui, jangan menggunakan sembarang pengharum atau parfum mobil. “Sedikitnya terdapat 500 bahan kimia yang menjadi bahan dasar pembuatan wewangian di parfum, yang beberapa di antaranya bisa memicu alergi bagi seseorang,” tutur Oki Aviansyah, seorang pengamat detailing mobil saat ditemui di Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis, 17 November 2011.

Pusing, mual, mengantuk, mata pedih, alergi, bahkan mudah stres adalah beberapa di antara akibat yang timbul kala menghirup parfum mobil yang tak cocok itu. Terlebih pada saat hujan, tekanan udara di dalam kabin mobil sangat lebih tinggi karena perbedaan suhu dengan di luar mobil. Akibatnya, semburan parfum di dalam mobil akan semakin pekat. Pengemudi cepat jenuh sehingga cepat tersulut emosinya dan badan terasa lelah.

“Disinilah perlunya wewangian yang bisa menstimulasi otak agar tidak cepat penat. Sebab kepenatan psikis memicu kelelahan fisik,” ujar pemilik

Apa saja parfum jenis itu? Berikut penjelasan Oki:

1. Parfum dari bahan alami lebih menyegarkan

Pada umumnya parfum dari bahan ini memiliki efek terapi. Selain menyegarkan ruang, pewangi ruang jenis itu juga memberikan efek kesegaran pada pikiran.

Bila tak ingin repot membeli parfum jenis itu, Anda bisa meraciknya sendiri. Caranya potong, jeruk nipis, kayu manis, serta teh. Jadikan satu dan gantung di sudut-sudut kabin mobil.

2. Kenali karakter aroma wewangian dan efeknya

Oki menyebut, hasil penelitian tim peneliti di West Virginia Wheeling Jesuit University, Virginia, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu terhadap berbagai aroma wewangian dalam menstimulasi otak orang yang menghirupnya. “Hasilnya, beberapa aroma ada yang tepat untuk pengemudi mobil, kurang, atau bahkan tidak baik,” kata dia.

Aroma kayu manis, misalnya, sangat baik untuk membantu seseorang agar tetap fokus dan konsentrasi. Sementara aroma peppermint mampu menyegarkan emosional pengemudi sehingga mampu meredusir potensi perasaan marah, jengkel, stres, serta penat.

Begitupun dengan wewangian bearoma air laut atau air terjun (waterfall) sehingga cocok digunakan di saat musim hujan.

Adapun wewangian beraroma melati dan lavender memberikan stimulasi mengantuk. Sedangkan wewangian rerumputan dan bunga-bunga hutan cenderung membawa pikiran seseorang ke alam bebas di hutan dan penggunungan sehingga bila pikiran terlarut maka pengendalian mobil akan agresif.

“Tentu, cara mengemudi seperti itu berbahaya di saat hujan mengguyur karena jalanan juga penuh dengan kendaraan lain,” ucap Oki.

3. Penempatan yang salah

Selama ini, orang beranggapan agar semburan aroma wangi parfum cepat menjalar ke seluruh bagian kabin mobil, maka parfum ditempatkan di depan kisi-kisi AC atau di atas dashboard. Padahal, hal seperti itu tidak tepat.

Selain membuat parfum cepat habis, penempatan parfum yang persis di depan embusan hawa sejuk dari AC juga menyebabkan molekul-molekul dari bahan parfum pekat alias mengumpal. Akibatnya, bila terhirup oleh seseorang akan melekat di darah dengan komposisi yang tak ideal.

Walhasil, orang merasa mual, eneg, dan bahkan pening. “Sehingga, orang akan cenderung menyalahkan jenis parfum yang bersangkutan. Padahal, apapun yang berlebihan akan berefek buruk,” terang Oki.

Sedangkan parfum yang ditempatkan pada dashboard mobil kerap diterpa terik sinar matahari. Hawa yang panas akan memicu parfum, baik yang berupa cair maupun padat, berekasi secara kimiawi dengan proses yang tidak sewajarnya.

“Dalam kondisi seperti itu, akan muncul zat lain hasil reaksi atau residu. Karena hawa panas itulah, karakter zat tersebut berubah dan memberi efek yang tidak baik bagi tubuh penghirupnya,” sebut Oki.

Oleh karena itu, tempatkan parfum di tempat lain selain di kedua tempat tersebut. Satu hal lagi, hindari parfum yang berupa gel dari bahan silikon.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi