Regina, Mobil Suzuki Teririt
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 1 Desember 2011 10:10 WIB
Suzuki Regina. carscoop.blogspot.com

TEMPO Interaktif, Tokyo - Seperti halnya produsen mobil dari berbagai penjuru dunia, Suzuki Motor Corporation (Suzuki) juga unjuk keunggulan di Tokyo Motor Show 2011. Suzuki menyuguhkan model anyar dan mobil konsep ramah lingkungan di hajatan yang berlangsung 30 November–11 Desember 2011 itu.

Seperti dilansir caradvice.com, Kamis, 1 Desember 2011, salah satu mobil konsep yang diluncurkan Suzuki dan berhasil membetot perhatian pengunjung adalah Suzuki Regina. “Mobil ini menyuguhkan tampilan desain yang apik, bobot yang ringan, serta mesin yang super irit,” demikian pernyataan pabrikan itu.

Regina mengusung mesin bensin 800 cc yang dilengkapi turbocharger. Menariknya, mobil yang berukuran lebih kecil ketimbang Suzuki Swift itu menggunakan sistem pengereman regeneratif dan peranti start-stop.

Berkat teknologi brake regenerative system itu, tenaga dari mesin yang dilepas kala pengemudi mengerem tak hilang begitu saja. Tenaga itu didaur ulang menjadi tenaga baru.

Adapun teknologi start-stop, akan mematikan mesin saat mobil berhenti sejenak di depan lampu isyarat lalu lintas atau kala terjebak kemacetan. Walhasil, semburan bahan bakar ke ruang bakar pun bisa dihemat.

Tak cuma itu. berat bersih mobil itu tak lebih dari 720 kilogram. Bobot itu 300 kilogram lebih ringan dibanding Suzuki Swift yang ada saat ini.

Bodinya memiliki tingkat aerodinamis yang lebih tinggi dari mobil mungil lain yang ada saat ini, sehingga koefisien drag atau tingkat kemampuan menembus hambatan udara lebih tinggi 10 persen ketimbang model mobil kecil lainnya.

Serangkaian fitur tersebut menjadikan mobil ini irit bahan bakar. Berdasarkan hasil pengujian melalui metode tes mobil baru di Jepang, JC08, mobil itu terbukti hanya mengkonsumsi 3,1 liter BBM untuk jarak 100 kilometer atau 32 kilometer per liter BBM. Sementara melalui pengukuran New European Driving Cycle, diketahui emisi CO2 yang dihasilkan tak lebih dari 70 gram per kilometer.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi