Uji Emisi Hari Ini, Esemka Bukan Odong-odong  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 27 Februari 2012 04:28 WIB
Mobil Esemka Rajawali melintas di Alas Roban, Batang, Semarang,saat perjalanan dari Solo menuju Jakarta, Jumat (24/2). Mobil tersebut akan menuju Balai Termodinamika Motor dan Sistem Propulsi (BTMP), Tangerang, Banten untuk melakukan uji emisi. Tempo/Andry Prasetyo

TEMPO.CO , Jakarta: -- Mobil Esemka hasil rakitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta hari ini dijadwalkan menjalani uji emisi di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi Serpong, Tangerang. Meski demikian, hingga kemarin, mobil yang telah tiba di Jakarta sejak Sabtu lalu itu tidak diistirahatkan secara khusus.

Untuk menjalani uji emisi, rombongan Tim Esemka, yang dipimpin Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo, menempuh perjalanan hampir sehari menuju Jakarta dengan mengendarai Esemka tipe Rajawali. Meski tidak diistirahatkan total, Rudyatmo yakin mobil bernomor polisi AD-1-A itu lulus uji emisi. "Mobil ini sudah saya uji coba berkali-kali," katanya kemarin.

Berangkat dari Techno Park Solo, Jumat lalu, pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di Jakarta, Sabtu dinihari lalu, dan mobil diistirahatkan sejenak di bilangan Kuningan. Beberapa jam kemudian, mobil dinas Wali Kota Surakarta itu dibawa memenuhi undangan sebuah acara di Jalan Fatmawati. Selanjutnya, Tim Esemka tiada henti memenuhi undangan media, sehingga mobil warna hitam itu baru kembali istirahat di Kuningan pada sore hari.

Rudyatmo mengatakan pekan lalu mobil tersebut juga sempat diuji coba hingga ke perbatasan Jawa Timur melalui jalur Tawangmangu. Jalur di lereng Gunung Lawu itu dikenal memiliki tanjakan dan turunan yang cukup ekstrem. Demi menjaga kondisi mobil agar tetap prima menjelang uji emisi, setiap 100 kilometer mobil diistirahatkan. "Perjalanan ini menjadi bukti bahwa Esemka bukan mobil odong-odong," katanya.

Wali Kota Surakarta Joko Widodo, yang menyusul rombongan ke Jakarta belakangan, juga tak kalah optimistis dibanding wakilnya. "Saya yakin akan lulus uji emisi," ujarnya di kantor Komunitas Ayo Selamatkan Indonesia, di Jakarta Selatan, Sabtu lalu.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang ikut menjajal performa Esemka Rajawali, Roy Suryo, juga yakin mobil kebanggaan anak negeri itu akan memperoleh sertifikat kelulusan uji emisi Euro 2. Roy yang ikut mencoba mengendarai mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc itu mengaku puas atas stabilitas mesin dan komponen lain seperti ban, oli rem, dan pembuangan udara. "Rata-rata saya pacu 80-90 km per jam, maksimal di 120 km per jam di tol. Kendaraan tetap stabil," katanya.

Hanya, menurut Roy, setelan bahan bakar mobil Esemka terbilang masih boros. Mobil itu mengkonsumsi 1 liter Pertamax untuk menempuh perjalanan sekitar 8 km. Pengecekan bahan bakar sempat dilakukan di Brebes dan Cirebon. "Masih bisa diiritkan lagi. Saya sudah merasakan bahwa mobil ini berkualitas," kata Roy, yang mengemudikan kendaraan tersebut bergantian dengan Rudyatmo.

Salah satu teknisi yang menyertai rombongan, Sri Setyawan, menyebutkan borosnya konsumsi bahan bakar ini bergantung pada penyetelan perangkat injeksi dan pengapian. Artinya, mobil itu memang bisa dibuat lebih irit. "Dulu pernah seliter bisa buat 12 km," ujarnya.

Roy Suryo menyarankan agar mobil Esemka Rajawali dibuat dalam dua versi. Selain mobil bermesin 1.500 cc seperti yang sudah ada, mobil dengan kapasitas mesin yang lebih besar perlu diproduksi. "Untuk mobil yang biasa digunakan untuk luar kota, biasanya digunakan mesin besar," katanya.

l AHMAD RAFIQ | ANDI PERDANA | WAYAN AGUS

#Mobil Nasional
#Jokowi

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi