Penyebab Esemka Tak Lolos Versi Produsen  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 2 Maret 2012 08:47 WIB
Mobil Esemka Rajawali rakitan Siswa-siswa SMK sedang dilakukan pemasangan alat uji emisi di ruang uji Balai Termodinamika Motor dan Sistem Propulsi (BTMP), Tangerang, Banten, sebelum dilakukan proses uji emisi, Senin (27/2).TEMPO/Andry Prasetyo

TEMPO.CO, Cianjur - Direktur Utama PT. Solo Manufaktur Kreasi, Sulistyo Rabono, mengatakan penyebab mobil Esemka Rajawali tidak lolos uji emisi adalah masih menggunakan Catalytic Conventer (CC) versi lama. Conventer itu tersebut kemungkinan besar tidak bisa mengonversi gas buang menjadi rendah emisi.

"Kami akan segera menggantinya dengan versi baru," kata Sulistyo saat dihubungi Tempo, Jumat, 2 Maret 2012.

Catalytic Conventer adalah perangkat yang tersemat di tengah-tengah pipa saluran gas buang. Fungsinya untuk menekan kadar emisi gas buang menjadi lebih ramah lingkungan. Perangkat ini sudah lazim digunakan di mobil terkini seperti Toyota Vios.

Sulistyo mengakui, pada saat Rajawali Esemka diuji, pihaknya tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengganti Catalytic Conventer dengan versi yang lebih baru. "Saat itu masih menggunakan Catalytic Conventer yang memang belum bisa memenuhi kriteria emisi Euro-2," ujarnya. Padahal, pihak perusahaan sebelumnya telah diskusi dengan para produsen Catalytic Conventer.

Beberapa hari lalu, mobil Rajawali Esemka menjalani uji kelaikan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Ternyata hasilnya, menyatakan mobil ini belum ramah lingkungan karena hasil uji emisi melewati ambang batas standar.

Hasil perolehan emisi Esemka cukup tinggi, yakni kandungan CO sebesar 11,63 gram per kilometer, dan HC+NOx sebesar 2,69 gram per kilometer. Batasnya, kandungan CO 5 gram per kilometer, HC+NOx 0,70 gram per kilometer.

Sulistyo akan mengevaluasi mesin minggu ini. "Akan kami bongkar," ujarnya.

Kegagalan ini tidak menyurutkan semangatnya. Justru dengan tidak lolosnya Esemka, ia semakin terpacu membangun mobil yang kini menjadi kendaraan dinas Wali kota Surakarta tersebut. "Kami sudah bentuk tim yang melibatkan ahli dari akademisi," kata Sulistyo.

MUHAMAD RIZKI

Berita Terkait:Kata Jimly, Jokowi Sudah Mulai LebaySukiat Kaget, Mobil Esemka Gagal Uji EmisiLampu Esemka Belum Penuhi StandarTak Menyerah, Esemka Solo Siap Uji UlangEsemka Gagal Lolos Uji Emisi, Jimly Tetap MenantiBI Imbau Perbankan Danai Esemka 

#Mobil Nasional

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi