Dua Pertiga Pemakai Mobil Hibrida 'Tobat'  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 13 April 2012 18:04 WIB
Honda Insight HibridaHonda Insight hibrida, yang akan dipasarkan tahun depan, dibanggakan pabrikan Jepang itu di Pameran Mobil Internasional Detroit, Amerika Serikat. Honda Insight sebenarnya adalah mobil hibrida pertama yang dipasarkan di Amerika

TEMPO.CO, Jakarta - Hampir dua pertiga pemilik mobil tenaga hibrida ternyata selanjutnya membeli mobil tenaga konvensional. Berdasarkan studi dari lembaga Polk, hanya 22 persen pemilik mobil hibrida di Amerika pada 2011 yang kembali memberi mobil hibrida. Tapi data itu tidak memasukkan para pembeli Toyota Prius.

Statistik menunjukkan bahwa tak banyak pemilik hibrida yang setia dengan membeli model hibrida terbaru. Menurut penelitian, tingkat loyalitas adalah 35,2 persen pada 2008. Angka itu meningkat menjadi 39,6 persen pada 2009, turun menjadi 38,9 persen pada 2010, dan jatuh kembali ke 35,0 persen pada 2011.

Namun ada kabar baik bagi produsen yang telah banyak berinvestasi mengembangkan teknologi hibrida, menurut Brad Smith, Direktur Praktek Manajemen Loyalitas Polk. Model hibrida tampaknya dapat menarik pembeli baru bagi merek-merek besar dan dapat membantu produsen mempertahankan pelanggan, katanya. "Ini adalah alat jitu merek-merek besar," kata Smith.

Hal itu terbukti bagi Toyota yang mempelopori model hibrida. Toyota telah mengembangkan line-up Toyota hibrida Prius dengan tiga model berbeda dan belum lama ini menambah satu lagi, yaitu versi plug-in.

Polk mengatakan, pada 2011, sekitar 60 persen pemilik Prius kembali membeli kendaraan merek Toyota. Studi itu juga mengungkapkan sekitar 41 persen pemilik Prius kembali membeli model Prius lain atau model hibrida dari produsen mobil lain. Bagi pemilik hibrida Honda, sekitar 52 persen tetap menggunakan merek Honda, tetapi kurang dari satu atau lima pelanggan membeli model hibrida lain dari merek lain.

Smith mengatakan tantangan terbesar bagi para pembuat mobil hibrida adalah model-model mobil konvensional yang lebih murah dengan teknologi efisiensi bahan bakar. Model-model konvesional itu mampu menandingi kemampuan hemat bahan bakar model hibrida yang jauh lebih mahal.

Hal itu mungkin menjadi alasan mengapa mobil hibrida hanya menyumbang 2,4 persen dari penjualan otomotif Amerika pada tahun lalu total, turun dari puncaknya 2,9 persen pada 2008. "Harga model hibrida masih terlalu tinggi padahal banyak mobil kecil dan menengah yang konvensional semakin hemat BBM," kata Smith.

BS | ANT

#Penjualan Mobil

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi