Ribuan Motor Klasik Pentas di Yogyakarta
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 22 Juni 2012 03:44 WIB
Motor Retro Klasik. (tmcblog)

TEMPO.CO , Yogyakarta: Bagi para penggemar sepeda motor klasik, kini saatnya berpesta. Pada 23-24 Juni 2012 ada Djogja International Classic Bike Show di Jogja Expo Center. Bahkan motor-motor klasik dan antik dari Selandia Baru dan Malaysia akan ikut serta bersama ribuan motor klasik dari seluruh Indonesia.

"Ini ajang pentas motor klasik terbesar, bahkan dari luar negeri juga ikut," kata Lulut Wahyudi, Ketua Djogja International Classic Bike Show, Kamis, 21 Juni 2012.

Pergelaran sepeda motor itu akan dibuka Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan akan hadir penggemar motor antik Indrodjojo Kusumonegoro atau yang dikenal dengan Indro Warkop.

Sepeda motor yang akan disertakan dalam pergelaran ini merupakan produk 1893 hingga 1965. Semua merek terkenal seperti Harley Davidson, Ducati, BSA, BMW, DKW, Indian, Handerson dan Pope serta merek lainnya akan meramaikan ajang ini.

Panitia tidak hanya melibatkan komunitas penggemar motor klasik/antik saja. Tetapi masyarakat juga dipersilakan datang dan menikmati sensasi motor kuno itu dengan ikut serta berkeliling kota dengan kendaraan yang ada tempat penumpang di sampingnya ke lokasi-lokasi wisata di Yogyakarta.

Para penggemar motor antik dan klasik itu, kata dia, juga menjadi aset tersendiri bagi daerah. Sebab, selain hanya hobi, gelaran ini juga menarik wisatawan supaya datang ke suatu daerah untuk berwisata, terutama Yogyakarta.

Selain pentas motor klasik, juga akan digelar lomba slalom test untuk kendaraan 50 CC hingga 500 CC di halaman Jogja Expo Center. Juga digelar pentas musik yang menampilkan Shaggy Dog dan musikus lokal lainnya.

"Standar ajang ini sudah berstandar internasional, bahkan tidak akan ada yang merokok di ajang ini. Bayangkan para pecinta motor tetapi tidak boleh merokok, padahal mereka banyak yang perokok," kata dia.

Menurut Eko Sugeng Rohedi, pecinta motor klasik dan panitia pengarah, pergelaran ini diharapkan bisa melanggengkan eksistensi komunitas motor antik khususnya di Yogyakarta dan Indonesia. Juga akan terjalin persahabatan antar komunitas motor klasik dari berbagai penjuru dunia.

"Juga akan ada pemotretan 500 motor antik di Tugu dan difoto dari atas menggunakan mobil pemadam kebakaran. Karena publikasi, Yogyakarta akan menjadi kota yang dikenal sebagai kota klasik di dunia internasional," katanya.

MUH SYAIFULLAH

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi