Harga Esemka Rajawali Kemahalan?
Reporter: Tempo.co
Editor: MC Nieke Indrietta Baiduri
Senin, 12 November 2012 12:53 WIB
Wakil Walikota Solo FX.Rudy Hadirudyatmo memeriksa mobil Esemka Rajawali sebelum diberangkatkan ke Jakarta untuk melakukan uji emisi di Solo technopark, Senin (28/5). TEMPO/Andry Prasetyo

TEMPO.CO, Surakarta --  Pameran mobil Esemka yang diselenggarakan di Solo Techno Park pada Sabtu hingga Senin 10-12 November 2012 ramai dikunjungi masyarakat. Masyarakat rata-rata masih penasaran dengan mobil yang dirakit siswa sekolah menengah kejuruan di Surakarta itu.

Seperti Gunarso, warga Sukoharjo, yang ingin melihat lebih dekat mobil Esemka. "Kalau dulu baru produk awal. Yang sekarang kan sudah lulus uji emisi dan mau produksi massal," Gunarso mengungkapkan alasannya melihat pameran kepada Tempo, Minggu, 11 November 2012.

Menurut dia, Esemka sudah layak diproduksi massal. Gunarso melihat bodi mobil ini cukup kuat. Tapi dia menilai harga Esemka-khususnya Esemka Rajawali yang jenisnya sport utility vehicle (SUV), terlalu mahal. Untuk sebuah produk yang belum teruji, kata Gunarso, kisaran harga Rp 130-140 juta untuk Esemka Rajawali kelewat mahal.

"Sebenarnya saya niat ingin beli. Tapi kok harganya lebih mahal dari mobil-mobil yang ada di pasaran sekarang," katanya. Sebelumnya Esemka Rajawali diperkirakan dijual dengan harga Rp 95 juta.

Pameran menampilkan beberapa varian Esemka seperti SUV Rajawali, pick-up Bima, minitruk, dan dobel kabin. Ada mobil yang sudah jadi, ada pula yang masih dirakit tapi sudah dipamerkan.

Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi Sulistyo Rabono mengatakan masyarakat diberi kesempatan untuk mencoba mengendarai mobil Esemka. "Kami menyediakan dua unit mobil untuk test drive. Yaitu Esemka Rajawali dan Bima," ujarnya.

Dia ingin mendapat masukan dari masyarakat, untuk penyempurnaan mobil Esemka.

Salah seorang pengunjung yang mencoba mengendarai Esemka Rajawali, Adi Sumarmo mengatakan sebagai produk baru, Esemka cukup berkualitas. Menurutnya akselerasi Esemka cukup memuaskan dan setirnya enteng.

"Tapi menurut saya masih ada kekurangan. Misalnya untuk kategori SUV, shockbreker Esemka terlalu empuk. Jadinya malah seperti sedan," katanya. Lalu kopling agak seret dan AC kurang dingin.

UKKY PRIMARTANTYO

Berita Lainnya:Begini Kronologi Pemerkosaan TKI di MalaysiaTanaman Kopi Diramal Punah pada 2080   Cerita Dahlan Makan Roti dan Sosis Hasil Radiasi   Teka-teki Rambut Putih Obama   Adonara Kembali Memanas   Inilah Identitas Perempuan dalam Skandal Petraeus  

#Mobil Nasional

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi