Toyota Recall 160 Ribu Tacoma di Amerika
Reporter: Tempo.co
Editor: Abdul Malik
Kamis, 22 November 2012 19:33 WIB
Toyota Tacoma. wikimedia.org

TEMPO.CO, California - Toyota Motor Corp akan menarik kembali (recall) mobil jenis pikap ukuran medium Tacoma dari model yang diproduksi pada 2001-2004 di pasar Amerika Serikat dan Kanada. Juru bicara Toyota mengatakan bahwa penarikan kembali itu disebabkan oleh ban serep yang disimpan di bawah mobil bisa jatuh akibat pelat metal yang menyimpan ban itu tidak diproduksi dengan kandungan fosfat memadai. Akibatnya, pelat metal penyimpan ban itu rawan korosi, apalagi pada musim dingin di Amerika dan Kanada saat ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, korosi itu dapat mengakibatkan kerusakan sehingga ban serep terlepas. Dari 160 ribu unit mobil yang ditarik kembali, 150 ribu di antaranya berasal dari konsumen di Amerika, sedangkan 10.000 sisanya dari konsumen di Kanada.

Seperti dilansir Reuters, 22 November, dua peristiwa kecelakaan telah dilaporkan kepada manajemen Toyota, yang melibatkan mobil Tacoma. Namun, juru bicara Toyota memastikan tidak ada yang terluka dalam peristiwa tersebut.

Toyota akan mengirimkan surat resmi kepada pemilik Tacoma guna mengabarkan recall unit mobil yang dimulai pada Desember mendatang. Jika diperlukan, dealer Toyota akan memperbaiki perakitan ban serap tanpa biaya.

Sebelumnya, pada 14 November lalu, Toyota mengumumkan penarikan sebanyak 2,77 juta unit mobil di seluruh dunia. Dua varian yang bermasalah dan ditarik yakni sedan Toyota Corolla dan mobil hibrida Prius. Dari jumlah itu, 2,76 juta unit di-recall lantaran masalah kemudi, sisanya karena kerusakan pompa air. Dua masalah tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Ketika dimintai konfirmasi, Rouli Sidjabat, juru bicara PT Toyota Astra—agen pemegang merek Toyota di Indonesia—menyatakan produk yang beredar di Indonesia bebas dari ancaman gelombang recall global. Sebab, varian mobil yang masuk daftar recall tidak dipasarkan di Indonesia. "Penjelasan ini langsung kami terima dari pemilik merek di Jepang," ujarnya.

REUTERS | ANANDA W TERESIA | ABDUL MALIK

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi