Surakarta Lepas Tangan Penjualan Esemka
Reporter: Tempo.co
Editor: Juli Hantoro
Kamis, 30 Mei 2013 15:52 WIB

TEMPO.CO, Surakarta  -Nasib mobil nasional Esemka yang digadang-gadang mantan wali kota Solo, Joko Widodo, kian tak jelas. Banyak calon pembeli membatalkan pesanan karena terlalu lama menunggu produksi yang tak kunjung selesai. Kini Pemerintah Kota Surakarta menyatakan lepas tangan terhadap produksi dan penjualan mobil itu.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, selama ini pemerintah memang tidak pernah terlibat dalam urusan bisnis PT Solo Manufaktur Kreasi sebagai pemegang merek Esemka. "Kami hanya membantu memperjuangkan agar mobil Esemka lulus uji emisi," katanya, Kamis 30 Mei 2013.

Menurut Rudy, demikian sapaan akrabnya, mobil Esemka memang pantas didukung agar dapat bersaing dengan merek lain. "Sebab Esemka merupakan mobil dalam negeri," katanya. Kebetulan, pada tahap awal mobil Esemka dirakit di Kota Surakarta.

Selama ini, Kota Surakarta memang banyak terlibat dalam proses pengurusan ijin kelaikan jalan untuk produk tersebut. Bahkan, Rudy mengemudikan mobil tersebut ke Jakarta untuk menjalani uji emisi di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) yang berada di Serpong.

Setelah lulus semua perizinan, belakangan produksi mobil Esemka justru semakin tidak jelas. Kawasan Solo Technopark yang disebut-sebut bakal menjadi lokasi perakitan mobil Esemka masih lengang dari aktifitas produksi. Banyak calon pembeli yang dikabarkan membatalkan pesanan.

"Kami sudah tidak ikut campur masalah ini," kata Rudy saat dimintai tanggapan. Menurutnya, proses produksi dan pemasaran produk tersebut menjadi kewenangan PT Solo Manufaktur Kreasi sebagai pemegang merek. "Tugas kami telah selesai," katanya.

Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta tetap memberi dukungan bagi perkembangan mobil tersebut. "Kami tidak akan membatalkan pesanan," katanya. Menurut Rudy, mereka telah memesan lima unit mobil Esemka untuk digunakan sebagai kendaraan dinas.

AHMAD RAFIQ

Topik Terhangat:Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Berita Terpopuler:Jadi Tersangka, Farhat Abbas Dicoret sebagai Caleg Jokowi Berpeluang Jadi Calon Presiden dari PDIP Dokter: 'Burung' Muhyi Tak Bisa Disambung Lagi Bertemu Ganjar, Bibit Teringat Pesan MegaCara KPK Sindir Darin Mumtazah

#Mobil Nasional

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi