Produsen Ban Ancang-ancang Naikkan Harga
Reporter: Tempo.co
Editor: Rachma Tri Widuri Staf Redaksi
Jumat, 6 September 2013 18:11 WIB
Ban GT Radial Savero komodo. foto: PT Gajah Tunggal

TEMPO.CO, Jakarta - General Manager Marketing and Sales Retail PT Gajah Tunggal Tbk, Arijanto Notorahardjo mengatakan akan terus mengkaji dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap permintaan ban sebagai komponen otomotif. "Semua pelaku sudah mulai berancang-ancang menaikkan harga karena harga karetnya sendiri sudah mulai bergerak. Raw material ban sendiri dibeli dalam bentuk dolar," ujarnya dalam jumpa pers di Hongkong Cafe, Jumat 6 September 2013.

Namun, Arijanto memastikan harga ban produk Gajah Tunggal tak akan naik dalam waktu dekat. "Kami tak ingin menambah inflasi. Harga cabe dan bawang naik saja sudah membuat runyam," katanya.

Target penjualan ban pun tak berubah meskipun kondisi ekonomi sedang sedang bergejolak terutama melemahnya nilai tukar rupiah. Secara keseluruhan target penjualan ban untuk pasar domestik sebesar 2,5 juta ban.

Berdasarkan data Gaikindo penjualan mobil pada bulan Juli turun yakni sebesar 72 ribu unit dari target 100 ribu unit. Namun adanya produk Low Cost Green Car (LCGC) bisa menjadi solusi untuk meningkatkan penjualan.

Oleh karenanya, Arijanto menuturkan pihaknya meningkatkan peluang yang ada untuk meningkatkan penjualan. Misalnya masuk ke pasar ban untuk mobil modifikasi. Dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) meluncurkan ban untuk kendaraan modifikasi Champiro HPY ukuran terbarunya yaitu 265/50/R dan 275/55/R yang digunakan untuk kendaraan Sport Vehicle Utility (SUV). "Penjualan ban modifikasi bisa memperluas penjualan produk kami," ujar dia.

ERWAN HERMAWAN

#Otomotif
#PT Gajah Tunggal

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi