Cina Bikin Mesin Penyewaan Mobil
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 30 Desember 2013 06:47 WIB
Mesin Minuman

TEMPO.CO, Hangzhou - Biasanya, hanya ada dua jenis barang yang dijajakan dalam Vending Machine atau mesin penjual otomatis. Antara minuman kemasan atau koran. Namun di Cina, mobil akan bisa dijajakan dalam vending machine.

Adalah Kandi Technologies, perusahaan rintisan ini akan membangun vending machine raksasa garasi berisi banyak mobil. Mobil ini tak dijual, tapi disewakan.

Ide mesin penyewaan mobil ini karena masalah kepemilikan mobil yang membengkak dan polusi yang memenuhi udara. Agar pemakaian mobil lebih praktis, maka Kandi menggagas ide penyewaan mobil listrik. Ide ini juga ingin menampung keinginan mendapat manfaat dari mobil, tanpa repot mengurus tetek bengeknya. Xiaoming Hu, CEO Kandi menyatakan mobil menjadi transportasi penting. "Di AS dan Cina sama saja pentingnya," ujarnya, Ahad (29/12)

Mereka menggandeng pabrikan ototmotif Cina Geely, untuk merealisasikan idenya. Kota Hangzhou di bagian timur Cina akan dijajal dengan penyewaan mobil memakai mesin ini. Di kota berpenduduk 8,7 juta itu, Kandi akan menyediakan 100 ribu mobil.

Tentu ukuran dan bentuk vending machine tak seperti umumnya. Bentuknya seperti laiknya gedung bertingkat yang berisi penuh dengan mobil. Cara menggunakannya juga mudah. Tinggal masukkan kartu anggota, lalu muncul mobilnya. Semua mobil jenisnya sama, city car dengan tenaga listrik.

Mobil ini bisa disewa per jam dengan ongkos US$ 3,25 atau sekitar Rp 40 ribu. Mobil listrik ini bisa melaju dengan kecepatan maksimal 80 km per jam dan daya jangkau maksimal 120 km per jam. Untuk sekali jalan, Kandi menyediakan penyewaan satu arah. Maksudnya, jika anda menyewa mobil di kota Shanghai untuk pergi ke Hangzhou, anda tak perlu mengembalikan mobilnya ke Shanghai. Tapi menaruhnya di Hangzhou.

Untuk mereka yang ingin laiknya memiliki mobil ini, Kandi menyediakan model sewa per bulan dengan tarif antara US$ 130-160.Atau sekitar Rp 1,5-1,9 juta. Tarif bulanan ini sudah termasuk pemeliharaan, asuransi dan bahan bakar listrik (batere). Bahan bakar ini dilakukan dengan menukar batere mobil di 'dealernya'. Hal ini karena infrastruktur pengisian batere masih minim.

Saat ini, di Hangzhou layanan ini sudah berjalan. Tahun depan Kandi akan mengembangkannya di 2 kota lainnya di Cina.

Nur Rochmi | Forbes

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi